Lulus S1 UGM dalam 3 Tahun, Zufa Jadi Satu-satunya Peraih IPK 4 dari 1.200 Wisudawan

ADVERTISEMENT

Lulus S1 UGM dalam 3 Tahun, Zufa Jadi Satu-satunya Peraih IPK 4 dari 1.200 Wisudawan

Cicin Yulianti - detikEdu
Senin, 02 Mar 2026 14:30 WIB
Zufa Pasha Sabina jadi satu-satunya peraih IPK sempurna atau 4.00 dalam wisuda S1 UGM pada Februari 2026.
Foto: UGM/Zufa Pasha Sabina jadi satu-satunya peraih IPK sempurna atau 4.00 dalam wisuda S1 UGM pada Februari 2026.
Jakarta -

Wisuda Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Rabu (25/2/2026) lalu menjadi momen tak terlupakan bagi Zufa Pasha Sabina. Ia diberi tahu bahwa dirinya meraih IPK 4.00 dalam wisuda tersebut.

Hal yang membuatnya bangga adalah dirinya menjadi satu-satunya peraih IPK sempurna di antara 1.201 lulusan lain. Bagaimana Zufa dapat meraih IPK tersebut?

Selesaikan Studi dalam 3 Tahun

Saat rata-rata mahasiswa sarjana menyelesaikan dalam waktu 4 tahun 2 bulan, Zufa ternyata selangkah lebih cepat. Ia menyelesaikan S1 di jurusan Ilmu Keperawatan dalam waktu 3 tahun 6 bulan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Zufa sangat senang dengan apa yang diperolehnya tersebut. Pasalnya, ia tak menyangka karena kegiatan Zufa selama kuliah sangatlah padat.

Dalam satu bulan pasti ada ujian. Ditambah, tugas kuliah dan kegiatan di luar akademik yang selalu menumpuk.

ADVERTISEMENT

"Sempat ada magang di luar. Nah, awalnya pun agak pesimis untuk mendapat nilai segitu, tetapi seiring berjalannya waktu ternyata bisa juga," kata Zufa dikutip dari laman UGM, Minggu (1/3/2026).

Pilih Keperawatan karena Dampaknya

Zufa berangkat dari Kebumen dan menimba ilmu di Ilmu Keperawatan UGM karena itulah mimpinya. Menurut Zufa, jurusan keperawatan lah yang akan menghasilkan dampak besar bagi masyarakat.

Ia juga yakin ilmu keperawatan akan terus dipelajari seiring berkembangnya waktu. Bahkan, saat ini ia juga tengah melanjutkan pendidikan di profesi ners.

Meski profesi perawat cukup berat bagi sejumlah orang, Zufa malah merasa bahagia karena telah memilihnya. Ia merasakan hal itu setelah magang di PSC 119 YES (Public Safety Center 119 Yogyakarta Emergency Services).

"Jadi aku benar-benar terjun ke lapangan di pre-hospital. Banyak banget pelajaran yang dapat diambil di situ tentang kedaruratan," imbuhnya.

Ibu Jadi Motivator Favorit

Pencapaian Zufa ini ia peroleh dengan perjuangan yang keras. Pasalnya selama kuliah ia memiliki kesibukan yang padat.

Zufa sering merasa kelelahan. Namun, ia selalu meminta dukungan dan doa kepada sang ibu.

Setiap malam, Zufa selalu menelepon sang ibu untuk mendapatkan nasihat. Dengan begitu, ia bisa menjalankan perkuliahan besok dengan lebih semangat.

"Pokoknya setiap malam saya selalu menelpon ibu, senang rasanya kalau sudah mendengar suaranya," kenangnya.

Kiat Dapat IPK Sempurna

Saat ditanya soal tips dapat IPK sempurna, Zufa lebih menekankan pada pola akademik. Zufa sebenarnya tidak menargetkan dapat IPK tersebut.

Namun, ia tahu dengan pola akademik selama kuliahnya. Sehingga ia bisa menyesuaikan ekspektasi dan arah perjuangan.

"Awalnya tidak ada target tertentu, tapi ketika sudah di pertengahan, kelihatan polanya. Yang penting nilainya tidak turun dan bisa tetap stabil," tuturnya.

Walau terkadang merasa malas, tetapi Zufa tahu prioritasnya apa. Sehingga ia selalu memprioritaskan kegiatan atau tugas penting terlebih dahulu.

Zufa juga mengingatkan agar mahasiswa bisa menjaga keseimbangan antara belajar dan istirahat. Ia menyarankan untuk menyicil materi belajar dan tugas supaya tidak berat di akhir.

"Minimal sehari baca satu atau dua halaman saja itu sudah progres," katanya.

Ia menyampaikan pesan kepada mahasiswa agar selalu berusaha dengan sungguh. Dengan begitu, impian akan semakin dekat dan hasil terbaik pasti didapat.

"Do your best you can, lakukan semaksimal mungkin, lakukan yang terbaik karena pasti ada ruang untuk berjuang maksimal," pesannya.




(cyu/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads