Video Studi: 7% Orangutan Tapanuli Mati Akibat Banjir-Longsor Sumatera

ADVERTISEMENT

detikUpdate

Video Studi: 7% Orangutan Tapanuli Mati Akibat Banjir-Longsor Sumatera

Dinda Ayu/Reuters - detikEdu
Kamis, 11 Jun 2026 11:19 WIB

Studi terbaru memprediksi 7% dari total populasi orangutan Tapanuli mati akibat banjir dan tanah longsor di Sumatera pada 2025. Padahal, orangutan Tapanuli adalah spesies kera besar paling langka di dunia yang sudah terancam punah. 

Penelitian ini dilakukan oleh gabungan ilmuwan Borneo Futures Brunei, World Weather Attribution, Liverpool John Moores University. Angka 7% kematian ini pun bisa lebih tinggi karena para ilmuwan tidak mensurvei bagian lain dari hutan Batang Toru. Riset mereka dilakukan dengan menganalisislewat citra satelit kerusakan di blok barat Batang Toru dan catatan sejarah populasi orangutan di sana.

"Ini peristiwa besar," ungkap Serge Wich, ahli primata dari Liverpool John Moores University. "Sekitar 58 individu yang kami perkirakan dari 580 telah terbunuh. Itu sekitar 10-11% dari populasi di sana, sekitar 7% dari total populasi spesies tersebut."

Embed Video
Hide Ads