Ahmad Dzakwan Afif Annizar menjadi salah satu wisudawan pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) periode II 2026 pada Rabu (20/1) lalu. Tak hanya meraih gelar, Afif juga dinobatkan sebagai lulusan tercepat program magister.
Afif berhasil menyelesaikan studi pada Prodi Magister Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM hanya dalam kurun waktu 1 tahun 22 hari. Faktanya, masa studi rata-rata untuk 825 lulusan program magister adalah 2 tahun 2 bulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cinta pada Dunia Komunikasi
Kecintaan Afif pada dunia komunikasi sudah dimulai sejak id bangku SMA. Waktu itu, Afif sering mengikuti lomba pembaca berita dan sempat bercita-cita ingin menjadi pembaca berita. Alasan itulah yang membawanya memasuki dunia Ilmu Komunikasi.
Ketika memasuki dunia perkuliahan, impiannya berubah. Afif ingin mengikuti jejak sang Ibu untuk menjadi pendidik.
"Ketika masa kuliah S1, saya terinspirasi dengan semangat belajar Ibu saya sebagai pendidik hingga mendapat gelar Profesor," ujarnya dalam laman UGM dikutip Jumat (6/2/2026).
Mengerjakan Tesis Sejak Awal Kuliah
Afif mengaku sudah mulai mengerjakan tesis sejak awal perkuliahan. Menurutnya semakin cepat membuat draft tesis, semakin cepat waktu kelulusannya. Bahkan, ia sudah menyiapkan cadangan topik ataupun judul tesis.
"Pada semester 1 dan 2, saya sudah menyiapkan abstrak penelitian. Jadi saat bertemu dosen, beruntung disetujui, maka saya tinggal melanjutkannya," ucapnya.
Ulas Serial Squid Game dalam Tesis S2
Kesukaannya pada film membawanya memilih topik yang berhubungan dengan film. Dalam tesisnya, Afif mengkaji serial Squid Game dari Korea Selatan dengan topik stratifikasi sosial di masyarakat.
"Sutradara film Squid Game secara implisit menyampaikan kritik sosial terhadap stratifikasi sosial di masyarakat sehingga perlu dijelaskan lebih lanjut," katanya.
Usai meraih gelar magister,Afif berencana mengejar mimpinya untuk menjadi pendidik sembari melanjutkan pendidikannya pada jenjang S3.
Tips Cepat Lulus S2
Mengenai tips agar lulus S2 lebih cepat, Afif mengingatkan setiap mahasiswa dapat memahami diri mereka sendiri dalam menghadapi berbagai rintangan dan tantangan yang akan dihadapi di kampus.
"Apabila merasa terpuruk, cobalah mencari solusinya dan harus menyelesaikan apa yang sudah dimulai," ujarnya.
(nir/twu)











































