Lapisan di Mars dan Bulan yang disebut regolit memiliki kondisi yang tandus. Regolit ini tidak mengandung mikrobiota maupun bahan organik untuk mendukung kegiatan pertanian, sehingga tidak bisa digunakan untuk menanam bahan makanan.
Sebuah studi yang terbit di Frontiers pada 17 April 2026 menemukan organisme yang disebut dapat mendukung pertanian di Mars dan Bulan. Organisme tersebut adalah jamur.
Peneliti menjelaskan bahwa jamur dapat berperan dalam berbagai aspek, mulai dari mengurangi logam berbahaya di regolit hingga memiliki sifat yang tahan terhadap radiasi dan kekeringan.
Bagaimana Kondisi Lapisan di Mars dan Bulan?
Sampai saat ini, sampel regolit asli sangat terbatas. Untuk mengujinya, para peneliti menggunakan simulasi LHS-1 untuk Bulan dan MGS-1 untuk Mars. Dari sampel ini, tampak beberapa hal yang membuat regolit belum layak dijadikan media tanam.
Regolit tidak mengandung mikrobiota maupun bahan organik, sehingga tidak ada proses biologis yang menopang kesuburan layaknya tanah di Bumi. Selain itu, pH-nya cenderung basa, yang membuat fosfor dan kalium sulit larut dan diserap oleh tanaman.
Di sisi lain, regolit mengandung unsur-unsur seperti besi, aluminium, mangan, dan natrium dalam kadar yang dapat meracuni tanaman. Dari segi fisik, strukturnya juga kurang mendukung karena kemampuannya menyimpan air rendah dan partikelnya kurang kohesif atau mudah terurai.
Bagaimana Jamur Bisa Mendukung Pertanian di Mars dan Bulan?
Dalam penelitiannya, ilmuwan menemukan bahwa jamur mikoriza arbuskular (AMF) memungkinkan penyaluran nutrisi tanah ke tanaman karena jamur tersebut berperan sebagai perpanjangan tangan mikroskopis dari sistem akar. AMF juga dikenal sebagai jamur pertanian sejak abad ke-19 dan dikenal memiliki hubungan yang kuat dengan akar tanaman.
Temuan ini menunjukkan bahwa jamur berpotensi mendukung pertanian masa depan di luar Bumi. Jika bisa dibuktikan lebih jauh, efektivitas jamur ini dapat mengurangi ketergantungan pada makanan yang diangkut dari Bumi.
"Jamur seperti Trichoderma dan berbagai AMF (Glomeromycota) menonjol karena kemampuannya untuk mengurangi tekanan abiotik, memobilisasi nutrisi penting, dan berpotensi meningkatkan struktur fisikokimia substrat regolit. Mikroorganisme ini menawarkan alat bioteknologi yang menjanjikan untuk mengubah lingkungan regolit (komposisi anorganik) dan berdampak positif pada mikrobioma hasil rekayasa yang diperkenalkan ke substrat yang tidak ramah," tulis para peneliti, dikutip dari Science Daily.
Meski begitu, para peneliti menyadari masih harus mendalami temuan lebih lanjut, sebelum benar-benar digunakan untuk aktivitas pertanian. Mereka berharap studi selanjutnya bisa menguji seberapa baik jamur ini bekerja dengan regolit Bulan dan Mars, dan bukan menggunakan simulasi atau bahan pengganti.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.
Simak Video "Pemerintah dan BI Luncurkan GPIPS untuk Ketahanan Pangan Nasional"
(faz/faz)