Abu vulkanik menjadi perhatian setelah erupsi dari Gunung Anak Krakatau pada Jumat (4/9). Meski bisa merugikan kesehatan manusia, ada sejumlah manfaat bagi Bumi.
Sebuah penelitian dari diScripps Institution of Oceanography (UC San Diego) dan Universitas Greifswald di Jerman telah menemukan menambahkan abu vulkanik ke tanah hutan dapat mempercepat pertumbuhan tanaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tanaman tumbuh lebih tinggi dengan biomassa di atas permukaan tanah yang lebih besar, bereproduksi lebih banyak, dan komunitas mikroba di dalam tanah menata ulang dirinya menjadi sistem baru yang tampaknya lebih subur," ujar pemimpin riset tersebut Hubert Staudigel dalam laman resmi Scipps Insitution of Oceanography, Rabu (9/9/2026).
Studi tersebut mengungkapkan bahwa meskipun abu sendiri mengandung nutrisi seperti zat besi dan magnesium, abu tersebut tidak sekadar berfungsi sebagai pupuk mineral. Sebaliknya, abu merangsang bakteri dan jamur yang bermanfaat.
Kandungan dalam abu juga berhasil menekan cacing parasit berbahaya yang dikenal sebagainematoda. Menurut para ilmuwan, penataan ulang biologis ini membantu tanaman menyerap lebih banyak nitrogen dan nutrisi lain dari tanah.
Abu Vulkanik Secara Tidak Langsung Menyerap Karbon
Temuan tim ini menunjukkan bahwa pemupukan dengan abu vulkanik merupakan proses yang menyuburkan kehidupan dengan mengubah biologi tanah. Dengan kata lain, abu menawarkan strategi alami baru untuk pertanian berkelanjutan dan penyerapan karbon.
"Sekilas pandang, gunung berapi bisa saja dianggap sebagai penghancur segala kehidupan yang disentuhnya," kata rekan penulis dan ahli biologi tanaman eksperimental,JuergenKreyling, dari UniversitasGreifswald.
"Namun, hasil penelitian kami menunjukkan bahwa gunung berapi juga merupakan perancang ekosistem yang hebat, mampu memperbarui kehidupan dan bahkan mungkin menyerap karbon dari atmosfer," tuturnya.
Selain itu, abu vulkanik bisa menjadi sarana berharga untuk pertanian regeneratif berbiaya rendah. Petani bisa memanfaatkan material alami dari abu vulkanik untuk memulihkan lahan yang terdegradasi.
