Banyak pemimpin tim berasumsi bahwa jika semua fasilitas sudah terpenuhi dan anggota tim berkompeten, maka kerja sama akan berjalan mulus selamanya.
Namun, sebuah studi mendalam yang diterbitkan dalam jurnal Nature (2026) membuyarkan anggapan tersebut. Para peneliti menemukan fenomena unik, kontribusi individu dalam kelompok cenderung menurun secara perlahan, bahkan ketika kondisi lingkungan kerja sedang sangat mendukung dan stabil.
Fenomena ini menyoroti bahwa kerja sama tim bukanlah sebuah status yang statis, melainkan proses biologis dan perilaku yang dinamis. Tanpa adanya dorongan atau "pemantik" baru, kecenderungan alami manusia dalam kelompok besar sering kali mengalami penurunan motivasi.
Penurunan Bisa Pulih, Tapi...
Dalam studi lapangan di Sierra Leone, para peneliti mengamati ribuan anggota kelompok pinjaman mikro selama beberapa tahun. Mereka menemukan pola yang disebut punctuated decline, yaitu penurunan kerja sama yang terjadi perlahan, bukan tiba-tiba.
"Tingkat kerja sama awalnya tinggi tetapi secara bertahap menurun karena berkurangnya motivasi dan upaya anggota kelompok untuk bekerja sama," ujar peneliti dalam jurnalnya, dikutip dari Phys.org.
Menariknya, ketika siklus dimulai kembali, kerja sama sempat meningkat.
"Peningkatan tajam terjadi ketika kerja sama dimulai ulang dan anggota kembali disadarkan akan tanggung jawab kerja sama mereka, meskipun sebagian besar anggota kelompok dan situasinya tidak berubah," ujar peneliti.
Namun, efek ini tidak bertahan lama. Di setiap siklus berikutnya, penurunan justru terjadi lebih cepat.
Bukan soal Uang
Penelitian ini juga menemukan bahwa masalah utama bukan pada kondisi ekonomi. Para peserta sebenarnya berada dalam situasi yang cukup baik untuk tetap bekerja sama.
Namun seiring waktu, motivasi kolektif mulai melemah. Orang tetap terdorong untuk memenuhi kewajiban pribadi, tetapi semakin enggan membantu anggota lain. Ini menunjukkan bahwa kerja sama tidak hanya bergantung pada sistem atau insentif, tetapi juga pada kondisi psikologis dan sosial yang bisa berubah.
Kerja Sama Itu Rapuh
Secara lebih luas, para peneliti menekankan bahwa kerja sama bukan kondisi yang stabil, melainkan proses yang terus berubah.
Dalam analisis yang menyertai studi ini, para ilmuwan menyimpulkan bahwa kerja sama manusia cenderung mengalami siklus "melemah dan diperbaiki" secara berulang. Artinya, tanpa upaya aktif untuk menjaga keterlibatan dan rasa tanggung jawab, kerja sama akan perlahan memudar.
Temuan ini menjadi pengingat bahwa tim yang solid tidak hanya dibangun sekali, tetapi perlu dirawat secara konsisten, baik melalui komunikasi, penguatan peran, maupun pengingat akan tujuan bersama.
Hasil studi ini telah dipublikasi Nicholas Sabin dan rekan-rekan dengan judul "Punctuated decline of human cooperation" dalam jurnal Nature, 22 April 2026.
Simak Video "Video: Ketika Dunia Olivia Rodrigo Disulap Jadi LEGO"
(rhr/twu)