Sering Kaget Saat Pertama Kerja? Studi Ungkap Cara Mengatasinya

Sering Kaget Saat Pertama Kerja? Studi Ungkap Cara Mengatasinya

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Jumat, 06 Mar 2026 07:30 WIB
Ilustrasi kerja
Ilustrasi kerja. Foto: Getty Images/imtmphoto
Jakarta -

Tidak sedikit lulusan baru yang merasa kaget ketika pertama kali memasuki dunia kerja. Ekspektasi yang dibangun selama kuliah sering kali berbeda dengan kenyataan di tempat kerja.

Kondisi ini dikenal sebagai reality shock. Pada situasi ini, seseorang merasa stres, bingung, atau kecewa karena realitas pekerjaan tidak sesuai harapan.

Fenomena ini rupanya cukup umum dialami pekerja muda di awal karier. Reality shock bahkan dapat memicu kecemasan hingga menurunkan semangat kerja jika tidak diatasi dengan baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari Phys.org, sebuah penelitian dari Hiroshima University menemukan, sikap optimistis terhadap masa depan menjadi salah satu kunci penting agar lulusan baru mampu menghadapi situasi tersebut. Cara ini juga memungkinkan fresh grad tetap berkembang dalam kariernya.

ADVERTISEMENT

Apa Itu Reality Shock yang Dialami Lulusan Baru?

Reality shock merupakan fenomena psikologis yang sering terjadi ketika seseorang baru mulai bekerja. Kondisi ini muncul karena realitas pekerjaan ternyata berbeda dari gambaran yang mereka bayangkan selama masa studi.

Perasaan tersebut dapat berupa kekecewaan, kebingungan, hingga stres. Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga berpengaruh pada rendahnya tingkat bertahan kerja pada karyawan baru.

Penelitian ini mencari tahu hubungan antara ketahanan karier sebelum bekerja (career resilience) dengan pengalaman reality shock. Studi dilakukan melalui tiga tahap survei terhadap 133 lulusan baru dengan rata-rata usia 22 tahun.

Hasilnya menunjukkan, faktor optimisme terhadap masa depan memiliki peran penting dalam membantu pekerja baru menghadapi reality shock.

"Individu yang memiliki tingkat optimisme tinggi cenderung menggunakan strategi penyesuaian yang lebih efektif ketika menghadapi reality shock," jelas peneliti Makiko Kodama, profesor di Graduate School of Humanities and Social Sciences Hiroshima University.

Cara Mengatasi Reality Shock Saat Baru Bekerja

Penelitian tersebut juga menyoroti beberapa strategi yang dapat membantu lulusan baru menyesuaikan diri dengan dunia kerja.

Optimisme terhadap masa depan menjadi salah satu faktor penting yang membantu lulusan baru menghadapi tekanan di tempat kerja. Orang yang memiliki pandangan positif cenderung lebih mampu melihat tantangan sebagai proses belajar, bukan sebagai kegagalan.

Sikap ini juga membantu mereka tetap termotivasi ketika menghadapi situasi kerja yang tidak sesuai dengan harapan awal.

Mengembangkan Ketahanan Karier (Career Resilience)

Ketahanan karier merujuk pada kemampuan seseorang untuk beradaptasi dengan perubahan dan menghadapi berbagai tantangan dalam dunia kerja. Kemampuan ini meliputi keterampilan sosial, keberanian mencoba hal baru, serta kesiapan untuk terus belajar. Dengan ketahanan karier yang baik, lulusan baru lebih mudah menyesuaikan diri dengan ritme kerja dan tuntutan profesional.

⁠Melakukan "Job Crafting"

Job crafting adalah upaya aktif pekerja untuk menyesuaikan cara mereka menjalani pekerjaan sehari-hari. Hal ini bisa dilakukan dengan mengatur ulang cara menyelesaikan tugas, membangun hubungan kerja yang lebih positif dengan rekan kerja, atau mencari cara agar pekerjaan terasa lebih bermakna. Strategi ini membantu pekerja baru merasa lebih memiliki kendali atas pekerjaannya.

Mengubah Cara Memandang Pekerjaan

Selain menyesuaikan tugas, penting juga untuk mengubah cara memandang pekerjaan secara mental atau yang disebut cognitive crafting. Dengan pendekatan ini, pekerja mencoba melihat pekerjaannya dari sudut pandang yang lebih luas, misalnya sebagai sarana belajar atau kontribusi bagi tim. Cara pandang ini dapat membantu mengurangi stres dan membuat proses adaptasi di tempat kerja menjadi lebih mudah.

Cara-cara di atas bisa detikers coba saat pertama kali memasuki dunia kerja, ya!

Hasil studi dalam tulisan ini telah dipublikasikan di jurnal Sage Journals dengan judul "Role of Career Resilience Before Employment and Job Crafting for New Employees' Vocational Identity Formation When Facing Reality Shock", 16 Desember 2025.




(rhr/twu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads