Kucing Sudah Ramah dengan Manusia Sejak 12 Ribu Tahun Lalu, Peneliti Ungkap Sejarahnya

Kucing Sudah Ramah dengan Manusia Sejak 12 Ribu Tahun Lalu, Peneliti Ungkap Sejarahnya

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 07 Des 2022 13:30 WIB
TEHRAN, IRAN FEBRUARY 16: A cat sits in Cat Museum and Cafe in Tehran, Iran on February 16, 2022. Cat Museum and Cafe, opened in an old house in 2020, hosts 30 cats from types of short haired, long haired, Persian, Scottish, British and Van cats. (Photo by Fatemeh Bahrami/Anadolu Agency via Getty Images)
Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency/Ilustrasi Kucing Sudah Ramah dengan Manusia Sejak 12 Ribu Tahun Lalu, Peneliti Ungkap Sejarahnya
Jakarta -

Sejak kapan kucing mulai berdampingan dengan manusia? Pertanyaan tersebut mulai dijawab oleh para ilmuwan dengan merekonstruksi asal mula domestikasi (penjinakan) dan asal usul geografis kucing rumahan, Felis silvestris catus.

Rekonstruksi itu dilakukan berdasarkan penemuan arkeologis, penggambaran budaya dan seni, serta analisis genetik kucing modern dan kucing kuno.

Asal Mula Domestikasi Kucing: Kontak dengan Petani

Para ahli menemukan, domestikasi kucing kemungkinan besar dimulai sejak sekitar 12.000 tahun lalu di daerah yang dinamakan Fertile Crescent atau Bulan Sabit Subur. Wilayah ini memiliki bentuk seperti bulan sabit.

Pada saat ini, Fertile Crescent mencakup Irak, Turki, Suriah, Israel, Lebanon, Palestina, dan menurut sebagian ahli juga termasuk Mesir. Ilmuwan memperkirakan, pencetus domestikasi kucing adalah kontak antara kucing liar Afrika atau Felis silveris lybica dengan para petani.

Peralihan budaya manusia dari berburu-pengumpul nomaden menjadi lebih menetap, mendorong tumbuhnya permukiman yang lebih besar. Pada akhirnya, gudang biji-bijian dan sampah menarik tikus-tikus berdatangan.

Kondisi tersebutlah yang kemudian menyebabkan manusia, tikus, dan kucing saling terhubung.

Menemukan Petunjuk Evolusi Kucing

Guna menegaskan lokasi pertama domestikasi kucing, Profesor Leslie Lyons dari University of Missouri dan rekan-rekannya mengumpulkan dan menganalisis DNA dari kucing di dalam area dan sekitar area Fertile Crescent, tak terkecuali di penjuru Eropa, Asia, dan Afrika.

Mereka membandingkan kurang lebih 200 penanda genetik yang berbeda. Demikian dikatakan dalam Sci.News.

"Salah satu penanda utama DNA yang kami pelajari adalah mikrosatelit, yang bermutasi dengan amat cepat dan memberi petunjuk soal populasi kucing baru-baru ini sekaligus perkembangan ras kucing dalam beberapa ratus tahun terakhir," ujar Prof Lyons.

Para peneliti juga memeriksa DNA kunci lainnya yaitu polimorfisme nukleotida tunggal yang memberi petunjuk soal sejarah kuno kucing beberapa ribu tahun lalu. Dengan mempelajari kedua kunci tersebut, para pakar bisa merangkai evolusi kucing.

"Analisis kami tentang genetika kucing sangat mendukung teori bahwa kucing kemungkinan pertama kali didomestikasi di Fertile Crescent sebelum bermigrasi dengan manusia di seluruh dunia," imbuhnya.

Setelah gen kucing diturunkan kepada anak-anak mereka dari generasi ke generasi, susunan genetik kucing di Eropa Barat sebagai contoh, kini jauh berbeda dengan kucing di Asia Tenggara. Proses ini menurut ahli disebut sebagai isolasi berdasarkan jarak.

Mereka mengatakan, kucing sebetulnya bisa disebut sebagai hewan semi-domestikasi, sebab ketika dilepas ke alam liar, mungkin masih dapat berburu hama dan bisa bertahan hidup serta kawin sendiri.

Penelitian mengenai asal usul domestikasi kucing ini telah dipublikasikan dalam judul "Genetics of Randomly Bred Cats Support the Cradle of Cat Domestication being in the Near East" melalui jurnal Heredity.



Simak Video "Jualan Kucing Bengal Cuan Hingga Belasan Juta Rupiah"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/faz)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia