TV Analog Dimatikan, Begini Sejarah Pertelevisian di Indonesia

TV Analog Dimatikan, Begini Sejarah Pertelevisian di Indonesia

Fahri Zulfikar - detikEdu
Jumat, 04 Nov 2022 18:30 WIB
Seorang panitia melintas di dekat layar siaran televisi analog yang telah dihentikan di Kompleks Kementerian Kominfo Jakarta, Kamis (3/11/2022) dini hari. Kementerian Kominfo menghentikan siaran televisi analog atau Analog Switch Off (ASO) pada 3 November 2022 pukul 00.00 WIB di Jabodetabek untuk mewujudkan tranformasi digital. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/wsj.
Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/TV Analog dimatikan
Jakarta -

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) resmi mematikan siaran TV analog secara bertahap 2 November 2022. Sesuai dengan Undang-Undang No. 11/2020 tentang Cipta Kerja, siaran televisi di wilayah NKRI dialihkan ke sistem digital.

Bedanya dengan TV analog, sistem digital memiliki kualitas gambar yang lebih jernih karena memiliki bandwith yang luas.

Selain itu, TV digital juga dapat memproses baik sinyal. Tidak seperti TV analog yang terbatas menerima sinyal melalui antena UHF, sehingga rentan mengalami noise, gangguan, dan distorsi.

Adapun peralihan TV analog ke digital menjadi babak baru dalam sejarah pertelevisian Indonesia yang sudah dimulai sejak 1962.


Sejarah Penggunaan Televisi di Indonesia

Mengutip modul "Perkembangan Industri Televisi" yang dirilis di laman pustaka Universitas Terbuka (UT), siaran televisi di Indonesia pertama kali ditayangkan tanggal 17 Agustus 1962 yaitu bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke XVII.

Pada saat itu, siaran hanya berlangsung mulai pukul 07.30 sampai pukul 11.02 WIB untuk meliput upacara peringatan hari Proklamasi di Istana Negara.

Namun, yang menjadi cikal bakal Televisi Republik Indonesia (TVRI) adalah ketika Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games ke IV di Stadion Gelora Bung Karno Senayan.

Kala itu, siaran televisi secara kontinu dimulai sejak tanggal 24 Agustus 1962 dan mampu menjangkau dua puluh tujuh provinsi yang ada di Indonesia.

TVRI menjadi satu-satunya stasiun televisi di Indonesia yang mampu menjangkau wilayah nusantara hingga pelosok dengan menggunakan satelit komunikasi ruang angkasa yang kemudian berperan sebagai corong pemerintah kepada rakyat.

Munculnya Stasiun Televisi Swasta

Pada tahun 1989, pemerintah mulai membuka izin untuk didirikannya televisi swasta, seiring dengan kemajuan demokrasi dan kebebasan untuk berekspresi.

Tepat pada tanggal 24 Agustus 1989, Rajawali Citra Televisi atau RCTI menjadi stasiun televisi pertama yang melakukan siaran.

Namun, siaran pada waktu itu masih terbatas dan hanya diterima oleh wilayah JABOTABEK saja. Sedangkan daerah lain dapat menangkap siarannya dengan memanfaatkan decoder.

Setelah RCTI, kemudian secara berurutan diluncurkan stasiun televisi Surya Citra Televisi (SCTV) pada tahun 1990 dan Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) pada tahun 1991.

Adapun siaran nasional RCTI dan SCTV baru dimulai tahun 1993 kemudian pada tahun 1994 berdiri ANTeve dan Indosiar.

Menyusul kemudian hingga ada 11 stasiun televisi yang mengudara secara nasional, seperti Trans TV, Global TV, Lativi, Metro Tv dan TV7.

Televisi Pada Era Digital

Memasuki milenium baru hingga era digital, membuat media online bermunculan. Hal ini membuat industri pertelevisian menghadapi persaingan dengan media-media online yang relatif lebih mudah diakses.

Akibatnya, stasiun televisi menghadirkan inovasi, dengan menyediakan akses untuk menonton siaran televisi secara online.

Hingga kini, menonton siaran televisi bisa dilakukan dengan cara streaming, karena lebih mudah diakses berbagai kalangan anak muda dengan kebiasaan penggunaan gadget dan internet.



Simak Video "Siaran TV Analog Wilayah Jakarta Disuntik Mati 25 Agustus"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/nah)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia