Sejarah Penemuan Listrik, Ini Dia Para Tokoh Penemunya

Sejarah Penemuan Listrik, Ini Dia Para Tokoh Penemunya

Cicin Yulianti - detikEdu
Kamis, 20 Okt 2022 16:00 WIB
Pemeliharaan jaringan listrik
Sejarah penemuan listrik. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng
Jakarta -

Pernah terbayang jika dalam kehidupan ini tidak ada energi listrik? Ya, pastinya tidak akan ada televisi, handphone, jaringan internet, hingga alat-alat elektronik yang mempermudah aktivitas keseharian kita.

Listrik merupakan sumber energi yang penyalurannya melalui kabel. Listrik memungkinkan terjadinya banyak fenomena sehari-hari yang bisa kita lihat ataupun fenomena fisika seperti petir, arus listrik, atau medan listrik.

Berbagai manfaat listrik saat ini dapat ditemui dan dirasakan di sekitar kita. Energi listrik pun bisa diubah menjadi energi panas, misalnya pada setrika listrik, kompor listrik, serta penanak nasi dan oven listrik.

Lalu, bagaimana sejarah penemuan listrik itu sendiri? Siapa saja yang berperan dalam penemuannya?

Mengutip buku Teori Dasar Listrik dan Elektronika oleh Muhammad Naim, terdapat tiga versi sejarah penemuan listrik.

Ragam Versi Sejarah Penemuan Listrik

Versi Pertama-Zaman Mesir Kuno

Penemuan listrik oleh bangsa Mesir Kuno ditandai dengan temuan beberapa pot di Irak. Beberapa pot aneh tersebut di antaranya kedap air dan berisikan silinder tembaga dengan kondisi dilem ke dalam lubang dengan aspal. Dalam silinder tersebut, ada sebuah batang besi.

Para penggali yang menemukan pot tersebut pada 1936 menyakini bahwa bagian tersebut merupakan elemen galvanik atau semacam baterai primitif. Dalam rekonstruksinya, diyakini bahwa alat tersebut memungkinkan munculnya listrik.

Pada penemuan lainnya, beberapa ahli menemukan motif lampu Dendera. Lampu Dendera adalah relief di kuil Hathor, Mesir. Saat itu, para ahli mengklaim bahwa objek di relief itu menggambarkan bola lampu kuno, meskipun teks di sekelilingnya menyatakan bahwa itu merupakan relief ular.

Versi Kedua-Thales

Di versi ini, sejarah penemuan listrik bemula dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh Thales dari Yunani. Penelitian tersebut dilakukan terhadap sebuah batu alam yang ia temukan di pinggiran kota Magnesia.

Batu-batu alam tersebut nampak bisa menarik benda yang terbuat dari besi. Sejak saat itulah, muncul istilah magnet atau magnetik yang dicetuskan oleh Thales. Selain itu, ia juga menguji batu-batu lainnya yag mirip dengan kaca atau warnanya keemasan layaknya batu ambar.

Kemudian, Thales merumuskan jika sebuah batu ambar digosokkan ke kain wol, maka batu tersebut bisa menarik serpihan-serpihan ringan daun kering, jerami atau bulu. Hal tersebutlah yang kemudian dikenal sebagai perpindahan elektron.

Elektron sendiri dalam bahasa Yunani berarti ambar, resin tumbuhan yang membatu. Elektron pun bisa diterjemahkan "dapat menarik benda-benda yang ringan".

Versi Ketiga-Faraday

Ilmuwan listrik Michael Faraday dijuluki sebagai Bapak Listrik karena kontribusinya di bidang listrik dan dan magnestisme. Ia juga yang pertama kali menemukan arus listrik dari bidang magnetik, seperti dikutip dari Encyclopaedia Britannica.

Keahlian Faraday berkembang pesat ketika ia diberikan kepercayaan sebagai asisten laboratorium untuk Sir Humphry Davy. Ilmuwan kimia tersebut sebelumnya juga memberi Faraday kesempatan untuk mengikuti kuliah kimia di Royal Institution of Great Britain, London.

Setelah menghimpun banyak pengetahuan dan penemuan-penamuan sainsnya, Faraday pertama kali menemukan teori listriknya di tahun 1821. Ia mendapati, dua alatnya bisa membuat 'rotasi elektromagnetik'. Salah satu alatnya, homopolar motor, menyebabkan gerak memutar berkelanjutan yang dipengaruhi gaya magnetik sirkular di sekitar kawat yang tersambung ke pool merkuri, yang di dalamnya diletakkan magnet.

Kawat tersebut rupanya dapat bergerak memutar di sekita magnet jika diberi arus listrik dari baterai kimia. Penemuan Faraday ini menjadi dasar teknologi elektromagnetik modern.

Selain itu, Faraday pun berhasil menemukan motor listrik pertama dan dinamo. Penemuannya tersebut menjadi cikal bakal motor listrik yang saat ini sudah banyak kita jumpai.



Simak Video "Ngecas Mobil Listrik 30 Menit di Rest Area, Dapat Berapa Persen?"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/twu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia