Belajar dari Pakar

BRIN dan Ekosistem Citizen Science di Indonesia

Hastangka - detikEdu
Rabu, 25 Mei 2022 08:00 WIB
Hastangka
Hastangka
Hastangka adalah peneliti pada Pusat Riset Pendidikan, Badan Riset dan Inovasi Nasional
Abstract luminous DNA molecule. Doctor using tablet and check with analysis chromosome DNA genetic of human on virtual interface. Medicine. Medical science and biotechnology.
Ilustrasi science Foto: Getty Images/iStockphoto/ipopba
Jakarta -

Era digitalisasi telah membawa perubahan perilaku dan cara pandang masyarakat dan negara dalam menjawab tantangan sosial, ekonomi, budaya, dan politik, serta tantangan global lainnya. Dalam kehidupan masyarakat yang telah terfasilitasi dengan teknologi membawa dampak yang signifikan bagi keberlangsungan kehidupan sehari-hari.

Dampak signifikan yang terjadi dapat terlihat antara lain pertama, mobilitas dan pergerakan manusia yang begitu cepat dan dinamis telah memungkinkan interaksi lintas batas ruang dan waktu. Orang tidak harus bertemu tatap muka untuk menjalin kerjasama, menyelenggarakan kegiatan, dan melakukan transaksi sosial dan ekonomi.

Kedua, perkembangan dan kemajuan teknologi telah mendukung efisiensi dan efektivitas dalam bekerja. Misalnya, inovasi teknologi telah membantu pekerjaan manusia menjadi lebih cepat, efisien, dan tepat serta akurat.

Ketiga, dengan perkembangan teknologi secara khusus di bidang komunikasi telah mendorong percepatan akses informasi dan pengetahuan dari segala penjuru dunia dalam waktu tidak lama. Orang dapat mengakses berbagai informasi dan pengetahuan yang ada di seluruh penjuru dunia tanpa sekat.

Ketiga hal tersebut yang akan melahirkan peradaban baru (new age) dan ilmu pengetahuan baru (new science). Dengan terbentuknya peradaban baru dan ilmu pengetahuan baru akan membentuk masyarakat berpengetahuan atau warga negara yang berpengetahuan (citizen science).

Apabila melihat realitas masyarakat di Indonesia hal yang menarik untuk menjadi pembelajaran bersama dalam membangun gagasan masyarakat Indonesia yang dicita-citakan ialah upaya untuk merumuskan kembali paradigma pendidikan yang berkelanjutan dan pembangunan kualitas dan kapasitas pengetahuan masyarakat Indonesia masa depan.

Upaya untuk mendidik dan memajukan masyarakat Indonesia menjadi tantangan untuk dapat mencapai semangat dan cita cita negara sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD 1945 untuk mewujudkan bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Untuk itu, komitmen negara membangun ekosistem pendidikan yang mengarahkan pada percepatan adaptasi terhadap dinamika dan perkembangan zaman melalui ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi sangat penting untuk dilakukan.

Hadirnya lembaga negara yang bernama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadi arah baru kebijakan science dan teknologi di Indonesia yang diharapkan menjadi jalan ideologis dan keilmuan untuk membawa bangsa Indonesia menuju bangsa yang tercerahkan, tercerdaskan, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Keberadaan BRIN yang terbentuk pada tahun 2021 menjadi legacy penting bagi pemerintah saat ini bahwa membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang berjati diri, berdaulat, bermartabat, dan mandiri harus secara mutlak ditempuh dengan jalan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memadai melalui pendidikan yang berkualitas dan berkemajuan.

Oleh karena itu, ekosistem pengetahuan perlu dibentuk dan dibuat oleh negara melalui sistem pendidikan nasional yang adaptif dan inovatif. Masyarakat Indonesia yang majemuk perlu diperkenalkan dan didorong sejak dini untuk bisa beradaptasi terhadap perkembangan dan perubahan zaman.

Era digitalisasi yang terjadi di berbagai aspek kehidupan dapat menjadi ruang dialog dan aktualisasi perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Proses penyerapan, penguasaan, dan penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi sangat perlu dilakukan. Pendidikan dan penelitian menjadi media yang dapat mempercepat transformasi masyarakat dari unknowledge society menjadi knowledge society.

Perubahan paradigma dari unknowledge society menuju knowledge society perlu didukung dengan ekosistem pendidikan dan masyarakat yang kondusif, dinamis, dan adaptif. Dengan adanya perubahan paradigma ini akan membentuk suatu masyarakat ilmiah (science society).

Akar dari terbentuknya karakter masyarakat ilmiah bermula dari proses pengkondisian ekosistem anggota masyarakat atau warga negara menjadi citizen science melalui pendidikan yang berkelanjutan.

Selanjutnya, Science dan mentalitas bangsa



Simak Video "Deretan Tahun Paling Mengerikan dalam Sejarah Manusia"
[Gambas:Video 20detik]

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia