Nyamuk Tetap Bisa Menggigit Manusia meski Ruangan Gelap, Kenapa Ya?

Novia Aisyah - detikEdu
Minggu, 08 Mei 2022 16:00 WIB
Nyamuk demam berdarah.
Cara nyamuk mendeteksi keberadaan manusia. Foto: Shutterstock
Jakarta -

Sebagian spesies nyamuk memiliki spesialisasi menggigit manusia dan sangat pandai menelusuri lokasi kita. Bagaimana mereka bisa begitu presisi, bahkan ketika kita berada di ruangan yang gelap?

Seorang peneliti dari Cornell University yang ahli dalam bidang neurobiologi dan perilaku, Zhilei Zhao, meneliti Aedes aegypti telah bersama timnya. Mereka menemukan, nyamuk jenis ini lebih suka menggigit manusia ketimbang hewan lain.

Mengutip dari Live Science, sayangnya nyamuk tersebut mampu menyebarkan berbagai patogen dan penyakit seperti demam berdarah, Zika, chikungunya, dan demam kuning.

Bagaimana Nyamuk Bisa Menyasar Manusia dengan Tepat?

Manusia memancarkan bau unik yang berbeda dari makhluk lainnya. Bagi para nyamuk, aroma tersebut mampu menarik mereka. Riset Zhao yang dipublikasikan pada 4 Mei melalui jurnal Nature, memperlihatkan bahwa nyamuk punya sekumpulan syaraf yang disebut human-sensitive (H) glomerulus dalam otaknya. H glomerulus ini memiliki reaksi kuat terhadap bau manusia, tetapi tidak untuk hewan lainnya.

Namun, Zhao juga menduga ada spesies nyamuk lainnya yang kemungkinan menunjukkan pola aktivasi otak yang mirip saat mencium bau manusia, asalkan manusia adalah inang utama mereka

Secara khusus, dalam sebuah riset pada tahun 2022 yang diterbitkan melalui jurnal Nature Communications juga disebutkan, nyamuk Aedes aegypti menunjukkan kemampuan mencium karbon dioksida yang dihembuskan manusia dan menggunakannya untuk menemukan daging manusia untuk digigit.

Seorang peneliti dari Florida International University, Matthew DeGennaro dan tim, baru-baru ini pun menemukan, nyamuk tersebut bisa mencium komponen spesifik dalam keringat manusia, termasuk lactic acid. Penelitian lain turut menemukan, nyamuk mendatangi Brevibacterium linens, yakni jenis bakteri yang ada di kaki manusia. Bakteri ini juga membuat keju Limburger memiliki bau yang khas.



Simak Video "Waspada! Kasus DBD di Jembrana Bali Meningkat"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia