Mengapa Nyamuk Suka Berdengung di Telinga? Ini Alasannya

Anatasia Anjani - detikEdu
Senin, 14 Feb 2022 14:00 WIB
The boy is bitten by mosquitoes on a dark background. On the blackboard with chalk painted mosquitoes.
Ilustrasi nyamuk. Foto: Getty Images/iStockphoto/galitskaya
Jakarta -

Nyamuk adalah salah satu jenis serangga yang bisa mengganggu kehidupan manusia. Gigitan nyamuk tak hanya bisa menimbulkan bentol dan gatal, tapi juga menularkan penyakit misal demam berdarah (DBD).

Gangguan lainnya adalah nyamuk kerap terbang dan berdengung di sekitar telinga manusia. Suara inilah yang berisiko mengganggu istirahat dan produktivitas sehari-hari.

Dikutip dari akun Instagram Dinas Pendidikan Jawa Barat, ada beberapa penyebab nyamuk kerap terbang di sekitar telinga dan mengeluarkan suara yang sangat mengganggu tersebut.

A. Alasan nyamuk suka berdengung

1. Menyukai bau manusia

Nyamuk menyukai bau manusia yang berasal dari bau keringat dan kelembaban yang dikeluarkan manusia. Dari bau tersebut nyamuk kemudian terpikat.

2. Tergoda hawa panas tubuh manusia

Tidak hanya menyukai bau manusia, nyamuk juga menyukai suhu panas manusia yang ada di telinga. Telinga memiliki suhu yang mendekati suhu inti tubuh manusia. Suhu yang berada di telinga adalah yang paling konstan dan tinggi.

3. Tertarik bau karbondioksida

Manusia juga mengeluarkan zat karbondioksida di daerah sekitar kepala. Karena itulah nyamuk datang dan berdengung di dekat telinga manusia.

Jika gangguan nyamuk tak bisa ditoleransi lagi, ada beberapa langkah untuk mengatasinya.

B. Cara mengusir nyamuk

1. Mengenakan pakaian berwarna terang karena nyamuk tertarik dengan warna gelap

2. Mandi sebelum tidur untuk menghilangkan keringat

3. Meletakkan tanaman pengusir nyamuk

4. Menutup bagian telinga dengan bantal atau selimut.

Kebiasaan nyamuk menggigit orang juga dijelaskan dalam studi yang diterbitkan Nature Communications. Nampaknya, ada warna-warna tertentu yang berpengaruh terhadap respons isyarat visual nyamuk.

Para peneliti juga menyemprotkan bau tertentu, serta pola seperti titik berwarna atau tangan manusia. Tanpa rangsang wewangian, serangga sebagian besar mengabaikan tanda di bagian bawah ruangan terlepas dari warnanya.

Setelah menyemprotkan CO2, mereka tidak memperhatikan apakah itu hijau, biru atau ungu. Tapi, mereka langsung menuju titik ketika itu merah, oranye, hitam atau cyan. Hasil riset ini ditanggapi penulis senior Prof Jeffrey Riffell.

"Nyamuk tampaknya menggunakan bau untuk membantu mereka membedakan apa yang ada di dekatnya, seperti inang untuk menggigit," ucap peneliti University of Washington ini dikutip dari Independent, Senin (7/2/2022).



Simak Video "Palsukan Kapur Antiserangga, Pasutri di Karanganyar Raup Miliaran Rupiah"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia