Tentang Perilaku Baik Manusia, dari Ruang Lingkup-Keutamaannya

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Senin, 06 Des 2021 13:15 WIB
Muslim family worship during ramadhan
Ilustrasi. Perilaku baik yang dimiliki manusia disebut akhlakul karimah. (Foto: Getty Images/ibnjaafar)
Jakarta -

Perilaku baik yang dimiliki manusia disebut akhlakul karimah atau akhlakul mahmudah. Hal ini termasuk dalam salah satu golongan akhlak manusia dalam kehidupan.

Mengutip dari Repository IAIN Kediri, kata akhlak berasal dari bahasa Arab al khulqu atau al khuluq yang berarti watak, tabiat, keberanian, atau agama. Sementara secara etimologi, bentuk masdar kata akhlak adalah yukhliqu dan ikhlaqon yang mengandung arti perangai atau kelakuan.

Sebab itulah beberapa literatur menyebutkan, akhlak sebagai sikap yang melekat pada tiap manusia secara spontan.

"Akhlak merupakan sikap yang telah melekat pada diri seseorang dan secara spontan diwujudkan dalam tingkah laku atau perbuatan," bunyi penjelasan dalam Repository tersebut.

Jika perilaku spontan tersebut hasilnya baik dalam pandangan akal dan agama, maka disebut akhlakul karimah. Namun sebaliknya, perilaku buruk yang bertentangan dengan agama maka dikatakan sebagai akhlakul madzmumah.

Setelah memahami definisi singkat dari akhlak maupun akhlakul karimah, selanjutnya perlu dipahami ruang lingkup hingga keutamaan dari perilaku baik yang dimiliki manusia ini.

A. Ruang lingkup akhlakul karimah

Pada dasarnya, ruang lingkup perilaku baik yang dimiliki manusia atau akhlakul karimah terdiri dari 3 jenis yakni, akhlak terhadap Allah SWT, akhlak terhadap Rasulullah SAW, dan akhlak terhadap diri sendiri dan orang lain.

Untuk akhlak terhadap Allah, artinya manusia selalu menaati perintahNya dan berserah diri hanya kepadaNya yang berbentuk takwa, ikhlas, tawakal, dan syukur. Sementara itu, akhlak terhadap Rasulullah dapat diterapkan dengan mengucap shalawat dan salam, serta mencintai Rasulullah secara tulus dengan mengikuti semua sunnahnya.

Kemudian, menjadikan Rasulullah sebagai idola atau suri teladan dalam hidup dan berkehidupan. Sekaligus menjalankan apa yang disuruhnya dan tidak melakukan apa yang dilarangnya.

Terakhir, akhlak terhadap diri sendiri dan orang lain dengn meneladani sifat wajib yang dimiliki para rasul berupa shiddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), sabar, tawadhu (rendah hati), ta'awun (menolong), pemaaf, hingga menghormati orang tua dan kerabat.

B. Keutamaan akhlakul karimah

Akhlakul karimah pada intinya adalah perilaku baik yang dimiliki manusia dan datangnya dari Allah SWT dan rasulNya. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda,

إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ

Artinya: "Sesungguhnya aku diutus ke muka bumi adalah untuk menyempurnakan akhlak yang baik," (HR Ahmad).

Melalui hal itu pula, Allah SWT berfirman kepada manusia agar meneladani segala perilaku dan sikap yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW semata-mata untuk meraih rahmatNya. Allah SWT berfirman dalam surat Al Ahzab ayat 21,

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Artinya: "Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah."

Jadi, sebagai umat Nabi Muhammad SAW sudah sepatutnya kita menerapkan perilaku baik yang dimiliki manusia atau akhlakul karimah ini.



Simak Video "Akhlak Dalam Bertutur Santun"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia