Kalimat Kompleks Vs Kalimat Simpleks, Ini Penjelasannya

Olivia Sabat - detikEdu
Jumat, 17 Sep 2021 21:00 WIB
Kapal Bahtera Seva III tak hanya dimanfaatkan sebagai bank terapung. Di salah satu bagiannya ada perpustakaan yang ramai didatangi oleh anak-anak untuk membaca.
Kalimat kompleks beserta contoh dan perbedaan dengan kalimat simpleks (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta - Kalimat kompleks adalah kalimat yang terdiri atas klausa utama dan klausa subordinatif. Kalimat kompleks sering juga disebut dengan kalimat majemuk bertingkat.

Berdasarkan buku Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Kemdikbud, klausa utama biasa disebut dengan induk kalimat.

Sementara, klausa subordinatif disebut juga sebagai anak kalimat. Klausa utama dapat berdiri sendiri sebagai kalimat yang lepas dan tidak bergantung pada klausa yang lain, sedangkan klausa subordinatif selalu bergantung pada klausa utama.

Tanpa kehadiran klausa utama, klausa subordinatif tidak dapat mengungkapkan apa-apa karena informasinya belum jelas. Oleh karena itu, hubungan antarkedua klausa dalam kalimat kompleks ini tidak sejajar.

Merupakan kebalikannya, kalimat simpleks atau yang familiar disebut dengan kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri atas satu klausa atau satu struktur predikat.

Contoh Kalimat Kompleks vs Simpleks

Untuk memahami perbedaan keduanya, ini dia contoh kalimat kompleks dan simpleks.

Contoh kalimat simpleks:

1. Kartini sedang membuat surat lamaran kerja. (S-P-O)

2. Sulaiman mengajari anaknya melukis bunga mawar. (S-P-O-Pel)

3. Kami berangkat pukul 08.00 WIB. (S-P-Ket.)

Contoh kalimat kompleks:

1. Supriyanti tetap berangkat meskipun hari sudah gelap.

2. Ketika hujan turun, Hermawan masih berada di dalam bus.

Contoh kalimat kompleks di atas, keduanya terdiri atas klausa utama dan klausa subordinatif. Klausa Supriyati tetap berangkat dan klausa Hermawan masih berada di dalam bus merupakan klausa utama, sedangkan klausa meskipun hari sudah gelap dan klausa ketika hujan turun merupakan klausa subordinatif.

Konjungsi Kalimat Kompleks

Jika melihat lagi pada contoh kalimat kompleks di atas, terdapat konjungsi yang menghubungkan klausa utama dan klausa subordinatif. Pada kalimat Supriyanti tetap berangkat meskipun hari sudah gelap, kata meskipun merupakan keterangan konjungsi.

Kemudian, kata ketika merupakan keterangan konjungsi pada kalimat ketika hujan turun, Hermawan masih berada di dalam bus.

Nah, detikers, penggunaan kata konjungsi ini juga menjadi salah satu ciri kalimat kompleks, lho. Lalu, apa saja konjungsi kalimat kompleks?

Berikut ini adalah kata konjungsi yang bisa digunakan dalam kalimat kompleks.

- Sejak, semenjak

- Ketika, sambil, selama

- Setelah, sebelum, sehabis, selesai

- Asalkan, apabila, jika, jikalau, manakala, tatkala

- Seandainya, seumpama

- Agar, supaya

- Walaupun, meskipun, kendatipun, sekalipun,

- Sehingga, sampai, maka

- Dengan, tanpa

- Bahwa

- Yang

Itu dia penjelasan perbedaan dan contoh dari kalimat kompleks dan kalimat simpleks. Jangan sampai tertukar ya, detikers.

Simak Video "Selamat! Mien Uno Raih Doktor Honoris Causa dari UPI"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia