Pakar IPB: Lawan COVID-19 dengan Konsumsi Sayur dan Buah

Lusiana Mustinda - detikEdu
Selasa, 06 Jul 2021 17:40 WIB
buah dan sayur
Foto: shutterstock
Jakarta - Dalam upaya mencegah infeksi virus COVID-19 atau bakteri, kita harus memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik. Salah satunya sangat penting mengonsumsi asupan vitamin C yang cukup.

Guru Besar IPB University Prof Ali Khomsan dalam laman IPB menyebutkan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan konsumsi susu dan buah sebanyak 400 gram setiap hari. Ini terdiri dari 250 gram buah dan 150 gram sayuran. Namun sayangnya, konsumsi rata-rata penduduk Indonesia hanya mencapai sekitar 100 gram.

"Indonesia sebagai negara tropis memiliki beragam tumbuhan, termasuk sayuran, buah-buahan, dan pangan nabati lainnya. Indonesia dikenal sebagai pusat biodiversitas buah. Ada 24 spesies mangga dari 35 spesies mangga dunia, 37 spesies pisang dari 76 spesies pisang dunia. Demikian juga dengan tanaman manggis, durian, salak, dan lain-lain. Terdapat lebih 104 jenis tumbuhan buah berpotensi tinggi dan belum dimanfaatkan secara optimal," ujar Prof Ali .

Ia juga menambahkan, dari sekitar 369 ribu spesies tumbuhan di dunia, sekitar 10 ribu sebenarnya dapat dimakan. Dari 10 ribu spesies ini, baru 10 spesies yang menyediakan kalori dan protein tinggi kepada 60 persen penduduk dunia.

"Tumbuhan bernilai ekonomi tinggi yang menyediakan vitamin dan mineral tinggi baru sekitar 50 spesies. Untuk dapat mengelola sumber daya hayati bagi kesejahteraan masyarakat dan mencapai pembangunan berkelanjutan di Indonesia, diperlukan kapasitas dan kreativitas para ahli dan pemerhati dalam mengembangkan dan menerapkan iptek biologi," ucap Guru Besar Tetap Fakultas Ekologi Manusia IPB University ini.

Pola makan gizi seimbang yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan dapat menjadi acuan untuk meraih hidup sehat dengan kekebalan tubuh yang tinggi. Kandungan zinc yang ada di dalam pangan hewani juga bermanfaat bagi kekebalan tubuh.

Prinsip dari gizi seimbang yang harus kita ikuti adalah makan beraneka ragam pangan yang mengandung karbohidrat (pangan pokok), protein (lauk pauk), vitamin atau mineral (sayur dan buah) serta olahraga untuk menjaga kebugaran tubuh.

"Manfaat lain dari konsumsi sayur dan buah adalah kandungan seratnya yang tinggi. Serat sering disebut dengan the forgotten nutrient (zat gizi yang dilupakan) karena pada awalnya kita tidak mengetahui fungsi serat yang umumnya tidak dapat dicerna sistem pencernaan manusia. Baru ketika diketahui bahwa serat berguna untuk melancarkan buang air besar, menurunkan kolesterol, mengurangi risiko penyakit jantung dan mencegah kanker kolon, serat semakin disadari betapa pentingnya untuk manusia," imbuhnya.

Pakar Gizi Masyarakat IPB University ini juga ungkapkan pula hasil penelitian Puslitbang Gizi Bogor yang menyebutkan konsumsi serat rata-rata orang Indonesia ialah 10,5 gram per hari. Padahal anjuran gizi menyarankan serat per hari yang perlu dikonsumsi adalah 20-30 gram per hari.

Selain pemenuhan serat yang baik, masalah sanitasi dalam mengelola sayur dan buah di tingkat rumah tangga agar lebih aman dan memenuhi syarat kesehatan juga perlu diperhatikan. Membiasakan mengonsumsi sayur mentah sebagai lalap sebenarnya masih berisiko untuk mengalami gangguan kesehatan akibat mikroba (jasad renik). Pastikan mencuci sayur dalam air mengalir kemudian mengukus atau merebus sayuran menjadi cara aman untuk mengonsumsi sayuran sehat.

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) harus menjadi panduan masyarakat untuk mendapatkan kesehatan yang optimal.

Germas menekankan pada lima aspek, yaitu peningkatan aktivitas fisik, edukasi dan perilaku hidup sehat, konsumsi pangan sehat dan bergizi, pencegahan dan deteksi dini berbagai penyakit, dan peningkatan kualitas lingkungan hidup.

"Kesehatan manusia tidak selamanya berada dalam kondisi optimal karena fluktuasi lingkungan. Saat ini, ketika negara dalam kondisi ancaman kesehatan yang serius akibat COVID-19, upaya menjaga kekebalan tubuh menjadi sangat penting," pungkasnya

Simak Video "Peta Sebaran 1.624 Kasus Covid-19 Per 1 Oktober: DKI Tertinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia