Sanur yang Berubah: Dari Kampung Nelayan hingga Destinasi Wisata

Fabiola Dianira - detikBali
Sabtu, 26 Sep 2026 16:26 WIB
Pantai Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu (26/92026). (Foto: Fabiola Dianira/detikBali)
Denpasar -

Sanur tak selalu identik dengan hotel, restoran, resor, dan deretan akomodasi yang kini memenuhi kawasan pesisirnya. Jauh sebelum wajah pariwisata seperti sekarang, kawasan ini adalah ruang hidup masyarakat yang menggantungkan hari-harinya pada laut dan tanah.

Perubahan itu datang perlahan. Pariwisata tumbuh, bangunan-bangunan baru bermunculan, sementara sebagian wajah lama Sanur mulai bergeser. Namun, di tengah geliat pembangunan, sejumlah bagian dari Sanur lama masih bertahan.

Ade Angga Bhargawa, pegiat sejarah sekaligus Founder Sanur Archive, melihat perubahan tersebut sebagai bagian dari perjalanan panjang Sanur.

"Sanur itu sendiri menjadi tempat pariwisata itu di sekitar tahun 70- 80-an, sampai detik ini juga masih terjadi perubahan dan untungnya masyarakat di sini masih bisa berusaha mempertahankan apa yang kita punya di balik gempuran peradaban," ujarnya, Sabtu (26/9/2026).

Ketika Bali Beach Hotel Berdiri

Salah satu titik penting perubahan wajah Sanur terjadi ketika Bali Beach Hotel berdiri di Jalan Hang Tuah. Hotel yang diresmikan pada era Presiden Sukarno pada 1966 itu menjadi tonggak awal perkembangan pariwisata modern di Sanur.

"Ya, Bali Beach Hotel itu kan tonggak awal pariwisata sebenarnya. Dan itu satu-satunya bangunan tertinggi di Bali sampai saat ini masih, karena itu dibuat tahun 1960-an dan diresmikan tahun 1966. Dan itu adalah satu-satunya ya katakanlah hotel cukup besar lah pada saat itu," jelas Angga.

Pembangunan hotel tersebut tidak lepas dari peran Presiden Soekarno. Saat itu, Soekarno disebut berhasil bernegosiasi dengan Jepang untuk memperoleh dana perampasan perang, serta mendapat bantuan dari Uni Soviet dalam pembangunan hotel.

Mengapa Sanur yang dipilih sebagai lokasi pembangunan hotel tersebut? Angga mengaku belum mengetahui secara pasti. Namun, dia menduga kedekatan Sanur dengan sejumlah tempat yang memiliki kaitan dengan Soekarno menjadi salah satu pertimbangannya.

"Mungkin, satu, karena dia kan punya Istana Tampaksiring. Tampaksiring dan Sanur, Gianyar dan Sanur kan enggak jauh kalau dia melewati. Terus dua, dia juga suka ke rumahnya pelukis Sanur itu, si Le Mayeur. Dia sempat beberapa kali singgah ke Sanur," imbuhnya.

Sejak saat itu, wajah Sanur perlahan berubah. Setelah Bali Beach Hotel berdiri, perkembangan pariwisata semakin meluas. Hotel, resor, hingga restoran mulai bermunculan di Sanur dan daerah-daerah lain di Bali pada awal 1970-an.

Simak Video "Video: Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Ditargetkan Rampung Akhir 2025"


(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork