detikBali

Penyeberangan ke Nusa Penida Ditutup 27 September, Ada Nyepi Segara

Terpopuler Koleksi Pilihan

Penyeberangan ke Nusa Penida Ditutup 27 September, Ada Nyepi Segara


Fatih Kudus Jaelani - detikBali

Sejumlah wisatawan hendak kembali ke Bali daratan dengan menaiki kapal penyeberangan di Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida, Klungkung, Bali. (Foto: Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Foto: Sejumlah wisatawan hendak kembali ke Bali daratan dengan menaiki kapal penyeberangan di Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida, Klungkung, Bali. (Foto: Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Klungkung -

Aktivitas penyeberangan Sanur, Denpasar, menuju Nusa Penida, Klungkung, Bali, akan ditutup selama satu hari penuh pada Minggu (27/9/2026). Penutupan ini dilakukan karena akan berlangsungnya tradisi Nyepi Segara atau nyepi laut dalam rangkaian Ngusaba Alit Pura Penataran Ped Nusa Penida.

"Betul, seluruh penyeberangan menuju dan dari Nusa Penida akan ditutup. Ini terkait Nyepi Segara yang diselenggarakan pada Minggu, 27 September 2026, pukul 06.00 Wita sampai dengan Senin, 28 September 2026 pukul 06.00 Wita juga," Camat Nusa Penida Kadek Yoga Kusuma saat dihubungi detikBali, Sabtu (26/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yoga menjelaskan, imbauan penutupan penyeberangan tersebut telah lama diterbitkan panitia Ngusaba Alit Pura Penataran Ped Nusa Penida. Dalam imbauan itu disebutkan laut harus dalam keadaan tenang dan tidak boleh ada aktivitas apapun, baik oleh nelayan maupun wisatawan.

Selama Nyepi Segara, penyeberangan dari dan menuju Nusa Penida, baik melalui Pelabuhan Kusamba, Sanur, maupun Padangbai ditutup sementara hingga Senin (28/9/2026). Yoga menambahkan, selain penyeberangan, seluruh aktivitas wisata di laut seperti snorkeling dan diving juga tidak diperbolehkan.

ADVERTISEMENT

"Tidak boleh melakukan aktivitas di perairan Nusa Penida, baik itu aktivitas nelayan, penyeberangan, maupun wisata air," jelas Yoga.

Diketahui, tradisi ini biasanya dilakukan sehari setelah penyelenggaraan Ngusaba Alit yang jatuh pada Purnama Kapat penanggalan Bali. Prosesinya dengan menghaturkan Banten Pakelem ke hadapan Ida Sang Hyang Kala Sunyi.

Tujuannya untuk memohon tirta amertha (air suci) yang berada di dasar samudera. Agar mencapai tujuan inilah umat Hindu se-Kecamatan Nusa Penida diminta menyepikan lautan.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads