detikBali

Jangan Cuma ke Pantai, Ini Rute Buat Kamu yang Ingin Berwisata di Denpasar

Terpopuler Koleksi Pilihan

Jangan Cuma ke Pantai, Ini Rute Buat Kamu yang Ingin Berwisata di Denpasar


Kadek Eno Vania Wikasari - detikBali

Kawasan Catur Muka, pusat Kota Denpasar, Selasa (28/7/2026).
Foto: Kawasan Catur Muka, pusat Kota Denpasar, Selasa (28/7/2026). (Ahmad Firizqi Irwan/detikBali)
Denpasar -

Denpasar tidak hanya menawarkan pantai. Kota ini juga punya museum, monumen bersejarah, kawasan kota tua hingga pusat kuliner yang bisa dikunjungi dalam satu hari.

Kalau ingin mencoba jalan-jalan dengan suasana berbeda, rute ini cocok untuk kamu yang ingin melihat sisi lain Denpasar tanpa harus pergi jauh-jauh dari pusat kota.

1. Museum Le Mayeur

Museum Le Mayeur bisa menjadi pemberhentian pertama karena lokasinya berada di kawasan Sanur dan buka sejak pagi hari. Museum ini menyimpan banyak karya pelukis Belgia, Adrien Jean Le Mayeur de Merpres, yang datang ke Bali pada 1932 lewat jalur laut dan berlabuh di Singaraja.

Menariknya, kisah Museum Le Mayeur juga tidak bisa dilepaskan dari penari legong yang kemudian menjadi model sekaligus istri sang pelukis, yaitu Ni Nyoman Polok. Museum ini resmi berdiri pada 28 Agustus 1957 untuk melestarikan karya-karya Le Mayeur.

Museum Le Mayeur berada di Jalan Hang Tuah, Desa Sanur Kaja, Kecamatan Denpasar Selatan. Berdasarkan informasi Dinas Pariwisata Denpasar, harga tiket masuk sebesar Rp 10 ribu untuk dewasa dan Rp 5 ribu untuk anak-anak. Waktu berkunjung tercantum mulai pukul 08.00 hingga 16.00 Wita.

2. Monumen Bajra Sandhi

Setelah dari Museum Le Mayeur, perjalanan bisa dilanjutkan ke Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi. Monumen ini berada di tengah Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala dan menjadi salah satu ikon Kota Denpasar.

Monumen Bajra Sandhi menceritakan perjalanan sejarah Bali, mulai dari kehidupan masyarakat Bali pada masa lampau hingga perjuangan melawan penjajahan dan masa setelah kemerdekaan.

Monumen Bajra Sandhi buka setiap Senin-Jumat pukul 08.30-17.00 Wita dan Sabtu - Minggu pukul 09.30-17.00 Wita. Harga tiket masuk untuk wisatawan lokal sebesar Rp 25 ribu, sedangkan pelajar dan mahasiswa dikenakan Rp 5 ribu.

3. Menyusuri Gajah Mada Heritage

Menjelang sore, perjalanan bisa dilanjutkan ke kawasan Gajah Mada Heritage. Kawasan ini berada di pusat Kota Denpasar dan dikenal dengan deretan bangunan lama yang masih mempertahankan suasana Denpasar tempo dahulu.

Jalan Gajah Mada juga menjadi salah satu kawasan bersejarah di Denpasar. Sepanjang jalan, pengunjung bisa menemukan toko, tempat makan hingga bangunan tua yang masih digunakan sampai sekarang. Kalau datang sore hari, suasana akan terasa lebih santai untuk jalan-jalan sambil melihat sisi lama Kota Denpasar.

Kawasan ini juga tidak jauh dari Pasar Badung dan Tukad Badung. Jadi setelah puas berkeliling Gajah Mada, perjalanan bisa dilanjutkan dengan menjelajahi kuliner di Pasar Badung.

4. Kuliner Pasar Badung

Selepas puas keliling kawasan Gajah Mada, waktunya mencari makan malam di sekitar Pasar Badung. Area sekitar pasar biasanya masih ramai hingga malam dan bisa jadi pilihan untuk berburu jajanan atau sekadar melihat aktivitas warga.

Setelah berburu kuliner, detikers bisa melanjutkan aktivitas ke Tukad Korea di kawasan Tukad Badung. Area ini berada di bantaran sungai dan dilengkapi tempat duduk serta area untuk bersantai. Suasananya cukup ramai pada sore hingga malam, terutama untuk warga yang ingin duduk santai atau nongkrong.

Itu dia rute seharian yang bisa kamu coba untuk mengenal sisi lain Kota Denpasar. Semoga panduan ini bermanfaat dan bisa jadi referensi buat kamu yang ingin jalan-jalan di Denpasar. Selamat liburan dan selamat menjelajah!



(hsa/hsa)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads