detikBali

Imbas Blokade Ketapang, Antrean Kendaraan di Gilimanuk Mengular 6,6 Km

Terpopuler Koleksi Pilihan

Imbas Blokade Ketapang, Antrean Kendaraan di Gilimanuk Mengular 6,6 Km


I Putu Adi Budiastrawan - detikBali

Antrean kendaraan mengular sekitar 6 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk hingga Hutan Cekik, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Sabtu (26/9/2026).
Antrean kendaraan mengular sekitar 6 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk hingga Hutan Cekik, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Sabtu (26/9/2026). (Foto: I Putu Adi Budiastrawan/detikBali)
Jembrana -

Antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, mengular hingga 6,6 kilometer, malam ini. Kondisi itu terjadi setelah aksi blokade pengemudi truk di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, yang membuat arus penyeberangan dari Jawa menuju Bali tersendat.

Pantauan detikBali, Sabtu (16/9/2026), sekitar pukul 21.20 Wita, antrean kendaraan dari arah Pelabuhan Gilimanuk masih mengular hingga kawasan Hutan Cekik. Pergerakan kendaraan pun masih tertahan.

Sejumlah sopir bahkan memilih menggelar tikar di tengah jalan sembari menunggu antrean bergerak. Salah seorang sopir truk, Bambang (46), mengaku sudah tertahan sejak sore tanpa ada pergerakan berarti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Antrean terjadi tadi siang, dan sekitar pukul 15.00 Wita sudah tidak ada pergerakan sekali. Saya sudah tertahan dari sore tadi belum juga masuk kapal. Infonya ada blokade sopir di Ketapang," ungkap Bambang saat ditemui detikBali, Sabtu.

ADVERTISEMENT

Sopir lainnya, I Putu Eka Juliawan (25), juga mengaku terjebak antrean berjam-jam saat hendak menyeberang dari Ketapang menuju Gilimanuk.

"Saya sudah balik dari Jawa. Sekitar pukul 15.00 Wita sudah antre dan tidak ada kejelasan. Berjam-jam antre di Ketapang," kata Juliawan melalui sambungan telepon.

Sopir truk muatan pupuk itu mengatakan pelayaran dari Ketapang mulai kembali berjalan pada malam hari. Namun, antrean kendaraan di Gilimanuk masih terjadi.

"Ini tadi sekitar pukul 21.00 Wita baru ada kapal yang berangkat dari Ketapang menuju Gilimanuk," jelasnya.

Manager Humas PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Bintang Felfian, menjelaskan aksi penyampaian aspirasi oleh sejumlah pengemudi truk terjadi di area pintu keluar Dermaga LCM Pelabuhan Ketapang sekitar pukul 15.15 Wita.

Antrean kendaraan mengular sekitar 6 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk hingga Hutan Cekik, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Sabtu (26/9/2026).Antrean kendaraan mengular sekitar 6 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk hingga Hutan Cekik, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Sabtu (26/9/2026). Foto: I Putu Adi Budiastrawan/detikBali

"Aksi tersebut dipicu dinamika operasional menyusul adanya penyesuaian muatan kapal oleh KSOP Tanjung Wangi demi keselamatan pelayaran, termasuk pengaturan muatan kapal LCT yang terdiri dari truk besar dan sedang," papar Bintang.

Penyesuaian muatan tersebut dilakukan lantaran faktor cuaca dan kondisi maritim terkini. Berdasarkan rilis BMKG Stasiun Meteorologi Banyuwangi-Pelabuhan Ketapang pada Sabtu (26/9) pukul 15.00 Wita, terdapat peringatan dini PD1 Waspada terkait potensi angin kencang 10-15 knots dari arah utara serta arus kuat berkecepatan di atas 1,2 m/s.

Bintang menambahkan pihaknya bersama KSOP telah menggelar mediasi dengan perwakilan pengemudi truk untuk mencari solusi yang mengakomodasi pengguna jasa tanpa mengabaikan faktor keselamatan.

"Saat ini, kondisi operasional di Pelabuhan Ketapang terpantau padat dan didominasi kendaraan truk. Pihak ASDP mengaktifkan area Bulusan sebagai buffer area guna mendukung kelancaran lalu lintas kendaraan," ujar Bintang.

"Untuk aktifitas kapal di Selat Bali dudah dibuka dan beroperasi kembali. Tadi sekitar pukul 21.15 Wita sudah mulai beroperasi," imbuhnya.



(dpw/dpw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads