detikBali

Spot Wisata Dam Tukad Unda Terbengkalai, Gazebo Lapuk Dipenuhi Semak

Terpopuler Koleksi Pilihan

Spot Wisata Dam Tukad Unda Terbengkalai, Gazebo Lapuk Dipenuhi Semak


Sui Suadnyana, Fatih Kudus Jaelani - detikBali

Kondisi spot wisata Tirai Air Dam Tukad Unda di Lingkungan Lebah, Kelurahan Semarapura Kangin, Klungkung, Bali, Kamis (27/8/2026). (Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Foto: Kondisi spot wisata Tirai Air Dam Tukad Unda di Lingkungan Lebah, Kelurahan Semarapura Kangin, Klungkung, Bali, Kamis (27/8/2026). (Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Klungkung -

Objek wisata dan spot nongkrong di bantaran Tukad Unda, Lingkungan Lebah, Kelurahan Semarapura Kangin, Klungkung, Bali, terbengkalai. Padahal, tempat tersebut sempat menjadi favorit wisatawan lokal hingga turis mancanegara.

Pantauan di lokasi pada Kamis (27/8/2026), fasilitas penunjang, seperti gazebo dan tempat berswafoto di tepi sungai, tampak rusak parah. Atap rumbia pada struktur bangunan bambu tersebut sudah terlepas, menyisakan kerangka kayu dan bambu yang mulai lapuk. Tak hanya itu, sebagian area tempat duduk sudah berlumut serta ditumbuhi tanaman liar dan semak belukar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Lingkungan Lebah, Gede Aryana, menerangkan fasilitas tersebut dibangun dari modal swadaya masyarakat sekitar yang memanfaatkan sumbangan sukarela dari para pengunjung.

"Dari dahulu lokasi tersebut memang dikelola warga sekitar. Pembangunan spot foto dan gazebo di tepi sungai dibangun dari swadaya yang dikumpulkan dari sumbangan pengunjung," ujar Aryana, Kamis (27/8/2026).

ADVERTISEMENT

Namun, badai pandemi COVID-19 membuat aktivitas pariwisata di lokasi tersebut lumpuh. Sejak kunjungan wisatawan merosot tajam, perawatan fasilitas pun tak lagi berjalan. "Karena sepi pengunjung, jadinya seperti ini sampai sekarang," terang Aryana.

Aryana belum sempat meminta bantuan perbaikan ke Dinas Pariwisata Klungkung. Pemerintah Kelurahan Semarapura Kangin juga terpaksa lepas tangan lantaran tidak memiliki alokasi anggaran khusus untuk mengelola maupun memperbaiki destinasi wisata swadaya tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Klungkung, I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya, menerangkan sejauh ini pengelolaan spot wisata di tingkat desa umumnya dijalankan oleh desa wisata maupun kelompok sadar wisata (pokdarwis). Dispar Klungkung membuka diri jika ada aspirasi pengelompokan maupun penataan kembali dari warga setempat.

"Jika ada potensi yang selama ini dikelola warga setempat dan mengalami kendala, silahkan laporkan ke kami. Tentu jika ada usulan perbaikan atau pembangunan, kita akan tinjau dan pertimbangkan. Sesuai dengan anggaran yang kami miliki, juga potensinya seperti apa di sana," jelas Mahajaya.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads