Di wilayah utara Badung yang berbatasan dengan Kecamatan Kintamani, Bangli, terdapat air terjun yang menawarkan ketenangan alami. Namanya Air Terjun Penikit di Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang.
Perjalanan menuju lokasi memakan waktu sekitar 1,5 jam dari Denpasar dengan patokan utama Jembatan Tukad Bangkung menuju pemukiman warga. Fasilitas parkir yang tersedia cukup luas untuk menampung belasan mobil dan motor sebelum pengunjung melanjutkan perjalanan kaki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wisatawan harus menyusuri jalan rabat beton dan anak tangga sejauh 1 kilometer (km) dengan waktu tempuh sekitar 15 hingga 20 menit. Jalur berkelok ini sudah dilengkapi pagar pengaman serta bale gazebo di tengah rimbunnya pepohonan lembah hijau yang sesekali tertutup kabut rendah.
Setibanya di lokasi, pengunjung akan disambut air terjun mungil setinggi 4 hingga 5 meter dengan aliran sungai yang jernih dan tenang. Keunikan utamanya adalah keberadaan sejumlah pancuran mata air hangat alami yang telah dibuatkan kolam pemandian khusus untuk berendam.
Meski memiliki potensi besar, objek wisata yang dibuka sejak 2019 ini masih tergolong sepi sehingga suasananya sangat tenang dan privat. Namun, pengunjung sangat disarankan tidak datang saat musim hujan karena akses menjadi sangat licin dan tebing lembah rawan mengalami longsor kecil.
"Air terjun ini sebenarnya bagus karena ada air panasnya juga. Nggak banyak ada tempat di Bali yang jadi satu begini," kata salah satu pengunjung, Gede Sanjaya, Selasa (24/3/2026).
Sayangnya, suhu air hangat alami tersebut sangat dipengaruhi oleh cuaca dan kondisi alam di sekitar lokasi. Faktor hujan yang mengguyur kawasan tersebut belakangan ini diduga menjadi penyebab menurunnya suhu air pada kolam pemandian.
"Cuman saya tadi nggak dapat air yang panasnya, cuma hangat sedikit cenderung agak dingin. Mungkin karena sehabis hujan," ujar Gede menambahkan.
Kondisi jalur menuju air terjun juga menjadi catatan penting bagi pengelola agar kenyamanan wisatawan tetap terjaga di masa depan. Pembersihan semak dan perawatan jalan beton diperlukan agar akses tidak membahayakan pengunjung yang datang saat cuaca lembap.
"Kekurangannya akses masuk masih perlu dirawat dan dibersihkan. Walaupun sepi, siapa tahu sewaktu-waktu ada orang datang biar nyaman lewatnya," tutur pengunjung asal Mengwi, Badung itu.
Suasana alami yang ditawarkan memang menjadi daya tarik utama bagi mereka yang ingin menepi dari keramaian kota. Meski demikian, faktor keamanan dan kebersihan jalur tetap menjadi poin utama agar status hidden gem ini bisa dinikmati dengan maksimal.
"Kondisinya agak licin dan kurang terawat saja tadi pas saya ke sana. Padahal suasananya tenang sekali untuk yang mau cari ketenangan," ucap Gede.
(hsa/hsa)










































