detikBali

Pinisi Feronia Tenggelam di TN Komodo Baru Dua Bulan Berlayar

Terpopuler Koleksi Pilihan

Pinisi Feronia Tenggelam di TN Komodo Baru Dua Bulan Berlayar


Ambrosius Ardin - detikBali

Tim SAR gabungan melaksanakan pencarian korban hilang Pinisi Feronia yang tenggelam di perairan TN Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Rabu (14/10/2026).
Tim SAR gabungan melaksanakan pencarian korban hilang Pinisi Feronia yang tenggelam di perairan TN Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Rabu (14/10/2026). (Foto: Dok. Polres Manggarai Barat)
Manggarai Barat -

Kapal pinisi Feronia yang baru dua bulan beroperasi tenggelam di perairan Batu Bolong, Taman Nasional Komodo (TN Komodo), Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kapal yang mengangkut 30 orang itu tenggelam setelah diterjang arus kuat pada Selasa (13/10) sore.

"Baru jalan dua bulan," ungkap Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Rabu (14/10/2026).

Stephanus mengatakan Feronia dibuat di Bira, Sulawesi Selatan. Kapal tersebut juga telah mengantongi sertifikat laik laut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sertifikasi laiklaut di Bira," ujar Stephanus.

ADVERTISEMENT

Pinisi Feronia memiliki tonase GT 51. Kapal itu berangkat dari Pelabuhan Marina Labuan Bajo pada Selasa pagi dengan tujuan Pulau Rinca, TN Komodo.

Kapal tenggelam saat perjalanan pulang ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo. Peristiwa itu terjadi setelah wisatawan menyelesaikan aktivitas diving di perairan Manta.

Feronia mengangkut 25 penumpang dan lima kru, termasuk nakhoda. Sebanyak 24 penumpang dan lima kru berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo.

Satu penumpang, Veronica Beatrix Jessica (23), belum ditemukan. Perempuan WNI asal Jakarta itu disebut terjebak di dalam toilet saat kapal tenggelam.

Sebagian besar penumpang Feronia merupakan warga negara asing (WNA). Total ada 21 WNA dari Spanyol, Australia, Austria, Amerika Serikat, China, dan negara lainnya.

Veronica diketahui merupakan dive master. Dia menjadi instruktur aktivitas penyelaman puluhan wisatawan di kapal tersebut.

Polisi Duga Arus dan Konstruksi Kapal

Kasat Polairud Polres Manggarai Barat Iptu Leonardo Marpaung mengatakan cuaca saat kejadian tidak menunjukkan gelombang tinggi. Namun, kondisi arus di sekitar lokasi dinilai menjadi faktor penting.

"Hasil analisis awal kepolisian menunjukkan cuaca di perairan TNK saat kejadian tergolong teduh tanpa gelombang tinggi. Namun, karakteristik perairan Tatawa Besar memang memiliki pusaran arus air yang sangat kuat," kata Leonardo, Rabu (14/10).

Menurut Leonardo, konstruksi Feronia juga diduga membuat kapal tidak stabil saat menghadapi pusaran arus.

"KM Feronia memiliki lambung yang relatif pendek dan kecil, tetapi ditopang struktur bangunan kabin yang cukup tinggi. Hal ini membuat kapal menjadi sangat labil saat dihantam pusaran arus kuat," imbuh dia.

Polisi juga tidak menutup kemungkinan adanya kelalaian nakhoda. Hal itu berkaitan dengan perhitungan kestabilan kapal saat melintasi arus deras.

"Pihak Kepolisian tidak menutup kemungkinan adanya unsur kelalaian atau human error dari pihak Nahkoda yang kurang memperhitungkan kestabilan konstruksi kapal saat memotong atau melintasi jalur pusaran arus," tegas Leonardo.

10 Kapal Dikerahkan Cari Veronica

Tim SAR gabungan mengerahkan 10 kapal untuk mencari Veronica pada Rabu (14/10). Sebanyak 63 personel dikerahkan, termasuk sejumlah penyelam.

"Tim SAR gabungan bergerak menuju lokasi kejadian menggunakan sejumlah armada laut," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Maumere, Fathur Rahman, Rabu.

Armada yang dikerahkan antara lain Rigid Inflatable Boat (RIB) Pos SAR Manggarai Barat, Rigid Buoyancy Boat (RBB) Lanal Labuan Bajo, RBB KSOP Labuan Bajo, dan Sea Rider KP Bima milik Polair Baharkam Polri.

Ada pula KP Mengkudu milik Polres Manggarai Barat, Speedboat Waikiko 1, Speedboat Waikiko 2, dan Speedboat Elrora.

"Pada hari kedua ini, Tim SAR gabungan melaksanakan penyisiran di sekitar lokasi kejadian sesuai dengan rencana operasi yang telah ditetapkan," jelas Fathur.

Penyisiran dilakukan di permukaan laut. Tim juga menyiapkan penyelaman untuk mencari Veronica.

"Selain penyisiran di permukaan laut, tim juga merencanakan penyelaman untuk mendukung upaya pencarian terhadap satu orang yang masih dalam pencarian," ujar Fathur.

Unsur SAR yang terlibat terdiri atas personel Pos SAR Manggarai Barat, Lanal Labuan Bajo, KSOP Labuan Bajo, Satpolair Polres Labuan Bajo, Gahawisri, P3KOM, dan Polair Baharkam Polri.

Hingga Rabu siang, Veronica belum ditemukan. Pencarian dijadwalkan berlangsung hingga sore.



(dpw/dpw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads