Bensin sulit didapat di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), warga Bali kini mencari cara lain agar kendaraan mereka tetap bisa digunakan. Salah satunya dengan membeli bensin melalui siaran langsung atau live TikTok dengan harga lebih mahal dari harga normal, bahkan mencapai Rp 100 ribu per botol.
Antrean panjang hingga stok bahan bakar minyak (BBM) kosong di SPBU menjadi pemandangan lazim di Bali dalam sepekan terakhir. Hingga Rabu (14/10/2026), warga masih kesulitan mendapatkan BBM untuk kendaraan mereka.
Salah seorang warga, Theo, mengaku membeli dua botol bensin dengan harga Rp 60 ribu per botol. Dia menemukan penjual tersebut saat membuka siaran langsung TikTok, kemudian membuat janji untuk bertemu dan mengambil bensin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya beli dua botol. Per botol isinya 1,5 liter dan harganya Rp 60 ribu, nemunya di live TikTok ada yang jual, janjian ketemuan habis itu," ujar Theo.
Theo menilai harga tersebut masih sepadan dibandingkan dengan waktu yang harus dihabiskan untuk mengantre berjam-jam di SPBU. Menurutnya, harga yang didapatkan juga tidak semahal penawaran dari penjual lain yang ditemuinya di media sosial.
"Jadi saya liat live tadinya, cuma mau cek SPBU yang antrean dikit yang mana, nah di sana ada banyak yang komen jualan jastip (jasa titip), tapi harganya nggak masuk akal, bisa sampai Rp 100 ribu per liter," tuturnya.
Theo mengaku terpaksa membeli bensin dengan harga lebih mahal karena sudah beberapa kali mengantre di SPBU, tetapi tidak kunjung mendapatkan BBM. Sementara itu, bensin di sepeda motornya sudah hampir habis.
"Nggak ada opsi, karena udah antre beberapa kali berjam-jam, ujung-ujungnya habis kebuang waktu sedangkan bensin motor saya sudah habis," ungkapnya.
Theo menjelaskan bensin yang dibelinya berasal dari seseorang yang bersedia mengantre di SPBU, kemudian menjualnya kembali dalam kemasan botol dengan harga lebih tinggi.
"Masih worth it, hitung-hitung jasa antre itu, karena antrenya kelewatan sekali," katanya.
Meski bersedia membeli bensin dengan harga lebih mahal, Theo berharap pasokan BBM di Bali segera kembali normal. Menurutnya, kondisi saat ini membuat pengeluaran untuk membeli bensin menjadi lebih besar dari biasanya.
"Harapannya pastinya sudah mulai normal, karena sangat terasa itu Rp 120 ribu biasa buat isi tiga kali full ini cuma dapat tiga bar," ujarnya.
Berdasarkan penelusuran detikBali di media sosial, penjualan bensin dengan harga lebih tinggi juga ditemukan di luar TikTok. Sejumlah akun di Facebook dan Threads menawarkan Pertalite maupun Pertamax yang dikemas dalam botol air mineral berukuran tanggung hingga besar.
Harga yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu per botol. Bahkan, beberapa penjual memasang harga lebih tinggi. Sejumlah pengguna media sosial juga terlihat tertarik membeli bensin tersebut di tengah kesulitan mendapatkan BBM di SPBU.