Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) membuat aktivitas dan mobilitas warga Bali terhambat. Kondisi yang sudah terjadi beberapa hari itu juga membuat pendapatan driver ojek online (ojol) anjlok.
Andre (48), salah seorang pengemudi ojek online, mengatakan antrean kendaraan yang hendak membeli BBM di SPBU Jalan Bypass Ir Soekarno, Tabanan, sudah terjadi sejak empat hari lalu. Andre bahkan harus mengantre dua jam lebih demi bisa mendapatkan bensin.
"Sudah empat harian. Hari pertama antre 45 menit, hari kedua satu jam 15 menit, kemarin dua setengah jam. Hari ini sepertinya lebih lama lagi," ujar Andre, Rabu (14/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andre sudah bekerja sebagai pengemudi ojol sejak 2015. Biasanya, dia bekerja sejak pukul 07.00 hingga 22.00 Wita. Saat kondisi normal, pendapatan Andre sebagai ojol mencapai Rp 200 ribu sehari. Namun, sejak BBM langka dalam tiga hari terakhir, pendapatannya hanya berkisar Rp 100 ribuan sehari.
"Turunnya hampir 50 persen. Banyak driver yang memilih tidak narik karena mengutamakan beli bensin," kata Andre.
Menurut Andre, kondisi serupa pernah terjadi sekitar satu hingga dua bulan lalu. Namun, dia berujar, antrean di SPBU kali ini paling parah.
Tak hanya Andre, krisis BBM juga membuat Agus (37) kelimpungan. Pria yang bekerja sebagai sales oli itu harus mengantre berjam-jam agar mendapat BBM. Terlebih, pekerjaannya menuntut Agus berkeliling melayani outlet di wilayah Badung, Bangli, Klungkung, dan Gianyar.
"Harapannya kuota BBM ditambah. Kalau memang kondisi mendesak, pelayanan di SPBU juga bisa ditambah atau dilakukan lembur," ujar Agus.
Di Gianyar, seorang perempuan pingsan saat antre membeli BBM di SPBU 54 805 17 Jalan Raya Ida Bagus Mantra, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Rabu (14/10/2026). Perempuan yang belum diketahui identitasnya itu pingsan setelah mengantre sejak pagi hingga siang.
"Korban kemudian dibawa ke tempat yang lebih teduh agar dapat beristirahat sejenak. Setelah mendapatkan bantuan dan beristirahat, kondisi korban berangsur membaik," kata Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Gianyar Ipda Gusti Ngurah Suardita dalam keterangannya, Rabu.
Seorang pengendara pingsan saat mengantre BBM di SPBU Jalan Ida Bagus Mantra, Gianyar, Rabu (14/10/2026). (Dok Polsek Blahbatuh). |
Pelanggan Kesulitan Dapat Driver Ojol
Di sisi lain, krisis BBM di Bali turut berdampak terhadap mobilitas pelanggan ojol. Mereka kesulitan mendapatkan pengemudi ojol hingga tarif yang dikenakan kepada penumpang juga melonjak.
Intan, warga Badung, mengaku kesulitan memesan transportasi online untuk berangkat ke kantor sejak awal pekan ini. Ia bahkan tidak mendapatkan pengemudi ojol pada Senin (12/10) hingga meminta tolong tetangganya untuk mengantarkan ke kantor.
"Nggak dapat sama sekali untuk Grab maupun Gojek ataupun apapun itu online transportasi. Dan aku sempat minta tolong sama tetangga aku buat nganterin dan ternyata untungnya tetangga aku bisa buat nganterin," tutur Intan, Rabu.
Pengalaman serupa juga dirasakan Bintang, seorang kreator konten di Denpasar. Bintang kesulitan mendapatkan pengemudi ojol saat hendak pulang ke kosnya dari Pantai Segara. Padahal, jarak dari pantai ke tempat kosnya kurang dari dua kilometer (km).
"Kemarin itu mau pulang dari Pantai Segara. Sampai satu jam setengah enggak dapat Gojek maupun Grab. Yang motor tuh nolak semua," ujar Bintang.
Bintang sempat mencoba memilih layanan yang menawarkan tarif hingga sekitar Rp 30 ribu dengan harapan lebih mudah mendapatkan pengemudi. Namun, pesanannya tetap ditolak atau dibatalkan oleh para pengemudi.
Ia akhirnya coba memesan transportasi mobil dan berhasil meskipun dengan tarif Rp 70 ribu. Padahal, menurut Bintang, tarif motor untuk perjalanan tersebut biasanya hanya sekitar Rp 13 ribu-Rp 14 ribu.
"Akhirnya dapatnya mobil GrabCar Rp 70 ribu, padahal cuman dekat banget. Enggak ada dua kilometer," ucap Bintang.
Ojek online mengantre di salah satu SPBU di Renon, Denpasar, Selasa (13/10/2026). (Fabiola Dianira/detikBali) |
Warga Berbagi di Tengah Antrean
Di tengah kesulitan pengendara mendapatkan BBM, kepedulian sosial terlihat di sepanjang Jalan Bypass Ir Soekarno, Tabanan. Sejumlah pemilik usaha setempat berinisiatif membantu warga yang bertahan dalam antrean menuju SPBU.
Seorang pemilik toko di kawasan itu memborong lumpia milik pedagang yang berjualan di tengah antrean. Makanan tersebut kemudian dibagikan secara gratis kepada warga yang sedang menunggu giliran mengisi BBM.
Aksi serupa dilakukan pemilik toko lainnya dengan membeli beberapa kardus air mineral dan roti untuk dibagikan kepada pengendara secara cuma-cuma. Air minum itu diletakkan di depan toko agar warga yang mengantre bisa mengambilnya.
Diketahui, SPBU di Jalan Bypass Ir Soekarno Tabanan menjadi salah satu tujuan pengendara karena beroperasi selama 24 jam. Kondisi tersebut membuat banyak warga memilih mengantre di sana meskipun harus mengorbankan waktu berjam-jam.
(iws/iws)

