Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram mengerahkan ratusan personel untuk menangani tumpukan sampah di kawasan Kali Unus, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kiriman sampah ini berasal dari berbagai wilayah dan menumpuk sepanjang kali.
"Ada sekitar 150 personel yang kami terjunkan. Kami sebar dan tidak menumpuk di satu tempat," kata Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning, Selasa (13/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampah kiriman tersebut terlihat dari kawasan Bertais, Babakan, ke arah timur Jalan AA Gede Ngurah hingga aliran sungai dekat SPBU Bengkel. Sampah-sampah itu kemudian menumpuk di Pesanggaran. Diketahui, Kali Unus menjadi titik akhir dari aliran anak sungai dan saluran drainase di Mataram.
"Lebar sungai di situ ada sekitar 15 meter dan penumpukan sampahnya mencapai 500 meter," jelas Lale.
Untuk membersihkan lautan sampah di kawasan Kali Unus, PUPR Mataram akan melakukan pembersihan secara bertahap. Sebab, sampah kiriman tersebut harus dikeringkan terlebih dahulu sebelum diangkut menggunakan truk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
"Kita harus keringkan dulu, minimal kita naikkan dari permukaan air ke pinggiran. Jangan sampai basah-basah kita naikkan ke truk," ungkap Lale.
Lale menargetkan pembersihan Kali Unus dapat rampung dalam kurun waktu 2-3 hari ke depan. Menurutnya, hal itu bisa dilakukan jika tidak ada lagi kiriman sampah susulan akibat hujan deras di kawasan hulu.
"Kalau bertambah terus setiap hari, ya tidak akan habis-habis. Untuk sementara, penanganan sungai lain kami alihkan dulu dan kami konsentrasi penuh ke Kali Unus," pungkasnya.