Pegawai sekolah berinisial Y membantah telah mengampanyekan penyimpangan seksual LBGT melalui akun media sosialnya. Pria itu juga membantah memiliki hubungan sesama jenis dengan seorang siswa SMAN 1 Sanggar, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), seperti yang viral di media sosial.
Hal itu terungkap saat mediasi antara Y dan siswa di SMAN 1 Sanggar, pada Kamis (24/9/2026). Proses mediasi juga dihadiri pihak sekolah, Polsek, Koramil Sanggar, serta perwakilan keluarga keduanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sesuai mediasi tadi, Y dan siswa membantah telah mengampanyekan LBGT di media sosial," ungkap Kepala SMAN 1 Sanggar, Afifudin, saat dikonfirmasi detikBali, Kamis.
Menurut Afifudin, hubungan keduanya hanya sebatas pertemanan antara pegawai dengan siswa di lingkungan SMAN 1 Sanggar. Seusai mediasi, keduanya sepakat membuat surat pernyataan sekaligus permintaan maaf.
Selain itu, Y juga sudah menghapus semua foto dan video bersama siswa yang diunggah pada akun Threads dan Instagram miliknya. "Keduanya membantah memiliki hubungan khusus atau spesial," ungkap Afifudin.
Berdasarkan informasi yang dihimpun detikBali, keluarga siswa sempat melaporkan Y ke Polsek Sanggar pada Kamis (23/9) malam. Pelaporan tersebut dilayangkan setelah unggahan foto Y viral di media sosial.
Y dilaporkan atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik di media sosial. Namun, laporan itu kabarnya telah dicabut karena kedua belah pihak sepakat berdamai.
Kapolsek Sanggar Iptu Zuhdar, membenarkan adanya pelaporan tersebut. Zuhdar mengatakan pihaknya akan melibatkan ahli mengingat pihak yang terlibat dalam laporan itu adalah anak di bawah umur serta memiliki keterbatasan pendengaran dan berbicara.
"Rencananya dalam waktu dekat akan dilakukan mediasi dengan menghadirkan pihak kompeten dan ahli pada persoalan ini," kata Zuhdar.
Viral di Medsos
Sebelumnya, unggahan Y pada akun Threads menghebohkan publik di Kabupaten Bima. Pasalnya, pria yang bekerja sebagai pegawai tata usaha (TU) di SMAN 1 Sanggar itu diduga mengampanyekan penyimpangan seksual LBGT melalui akun media sosialnya.
Y melalui akun Threads @igon_yussanggar sempat mengunggah foto dirinya bersama seorang siswa. Unggahan tersebut dilengkapi narasi dan tagar #pelangi yang mengarah pada dukungan terhadap hubungan sesama jenis.
Berdasarkan tangkapan layar unggahan di akun Threads tersebut, Y terlihat memakai seragam khaki. Ia tampak berpose dengan seorang pria berseragam putih abu.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Sanggar, Syafrudin, membenarkan bahwa Y merupakan pegawai TU di sekolah itu. Syafrudin mengatakan Y adalah seorang difabel yang bekerja sebagai tenaga administrasi di SMAN 1 Sanggar.
"Dia di sini pegawai TU dengan kondisi disabilitas (bisu)," kata Syafrudin, Rabu (23/9/2026).
Syafrudin menegaskan pihak sekolah sudah melakukan pembinanaan terhadap Y. Diketahui, Y sendiri berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.
(iws/iws)