detikBali

Karhutla di TN Gunung Rinjani Capai 589,23 Hektare

Terpopuler Koleksi Pilihan

Karhutla di TN Gunung Rinjani Capai 589,23 Hektare


Sanusi Ardi W - detikBali

Proses pemadaman karhutla di Bukit Setampol kawasan TNGR Resort Torean, Lombok Utara, NTB, Kamis (24/9/2026). (Foto: Dok. TNGR)
Proses pemadaman karhutla di Bukit Setampol kawasan TNGR Resort Torean, Lombok Utara, NTB, Kamis (24/9/2026). (Foto: Dok. TNGR)
Lombok Timur -

Luas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Bukit Setampol kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mencapai 589,23 hektare. Angin kencang dan kondisi medan menyulitkan pemadaman api yang terjadi sejak Selasa (22/9).

Kepala Subbagian Tata Usaha TNGR, Astekita Ardiaristo, mengungkapkan vegetasi yang terbakar didominasi rumput ilalang dan vegetasi bawah lainnya. Menurutnya, luas area yang terbakar akan terus dipantau.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Luas tersebut masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui berdasarkan hasil pemantauan lapangan, pemetaan udara, serta verifikasi lebih lanjut terhadap batas area terdampak," terang Astekita, Kamis (24/9/2026).

Astekita tak menampik upaya pemadaman api menghadapi sejumlah kendala. Termasuk kecepatan angin yang cukup tinggi hingga vegetasi yang kering dan mudah terbakar. Selain itu, titik kebakaran juga cukup jauh dan sulit dijangkau.

ADVERTISEMENT

"Waktu tempuh menuju lokasi kebakaran diperkirakan sekitar enam jam perjalanan. Selain itu, kondisi medan bertebing," jelasnya.

Sebanyak 30 personel dari tim gabungan dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah di kawasan tersebut. Mereka ditempatkan di dua titik, yakni Bukit Setampol dan di Birisan Nangka. Puluhan personel itu ditugaskan untuk mencegah api merembet ke arah jalur pendakian Torean.

"Tim ini direncanakan akan ditugaskan hingga 27 September 2026 dan menyesuaikan perkembangan kondisi lapangan," imbuh Astekita.

Selain pemadaman darat, Balai TNGR juga mengerahkan tim drone untuk melakukan pemantauan udara di kawasan Bukit Setampol. Pantauan udara digunakan untuk mengidentifikasi perkembangan dan sebaran titik api.

"Perkembangan penanganan kebakaran Bukit Setampol ini akan terus kami sampaikan berdasarkan hasil pemantauan dan laporan resmi dari tim di lapangan," pungkasnya.



(iws/iws)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads