detikBali

Road Barrier di Mataram Dibongkar Warga, Jalanan Macet-Pengendara Mengeluh

Terpopuler Koleksi Pilihan

Road Barrier di Mataram Dibongkar Warga, Jalanan Macet-Pengendara Mengeluh


Nathea Citra - detikBali

Road barrier yang dipasang Dishub Mataram di Simpang Empat Rembiga dibongkar warga, Senin (31/8/2026). (Nathea Citra/detikBali)
Foto: Road barrier yang dipasang Dishub Mataram di Simpang Empat Rembiga dibongkar warga, Senin (31/8/2026). (Nathea Citra/detikBali)
Mataram -

Penghalang jalan (road barrier) di Simpang Empat Rembiga, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), dibongkar warga. Pembongkaran road barrier itu memicu kemacetan panjang. Banyak pengendara mengeluh lantaran terlambat datang ke kantor.

Kemacetan jalan salah satunya dikeluhkan pengendara bernama Annisa. Menurutnya, kemacetan akibat pembongkaran road barrier di Simpang Empat Rembiga sampai 30 menit. Padahal, Annisa sudah berangkat pagi-pagi.

"Di sini itu parah banget kemacetannya, jalannya kecil, tetapi jumlah kendaraannya banyak," kata Annisa saat diwawancarai, Senin (31/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Road barrier di Simpang Empat Rembiga sebelumnya dipasang Dinas Perhubungan (Dishub) Mataram. Pemasangan dilakukan untuk merekayasa lalu lintas dan memecah kemacetan di Jalan Dr. Wahidin, Mataram. Annisa menilai rekayasa lalu lintas itu efektif.

ADVERTISEMENT

"Kalau rekayasa jalan kemarin efektif banget loh, jadi warga dari Gunung Sari, Lombok Barat ke Mataram tinggal lurus saja, tanpa macet loh itu. Sekarang malah pembatas jalannya dibongkar paksa sama sama warga, kan jadi macet lagi," terang Annisa.

Nurul, warga Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Mataram, juga mengeluhkan kemacetan di wilayahnya. Padahal, sejak rekayasa lalu lintas, area tersebut jauh dari kata macet sehingga mendapat apresiasi positif dari pengguna jalan.

"Kalau bisa harus satu jalur, kalau perlu pakai beton (biar nggak dibongkar oknum)," pinta Nurul.

Menurut Nurul, kemacetan di Kelurahan Rembiga telah berlangsung sejak lama. Hal itu dirasakan oleh pengguna jalan maupun warga sekitar.

"Kami setiap hari lewat sana dan merasakan dampaknya. Biasanya harus berlama-lama di sana, tapi setelah ada rekayasa jalan, area itu jadi cepat, ndak macet," ujar Nurul.

"Kami minta pemerintah jangan kalah sama segelintir orang. Pengguna jalan sangat mendukung (pemberlakuan rekayasa jalan)," sambung Nurul.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Mataram, Zulkarwin, mengungkapkan tengah menampung aspirasi warga demi mencari titik temu atas uji coba rekayasa lalu lintas tersebut.

"Tujuan dari rekayasa itu kan untuk mempermudah akses masyarakat dan mengatasi kemacetan. Kalau ada keluhan dari masyarakat, kami selaku back up di Mataram terhadap inisiator rekayasa lalu lintas, pasti kami tampung," terang Zulkarwin.

"Kemarin di kantor lurah, kami sudah bertemu dengan perwakilan warga bersama Kasatlantas Polres dan Dishub Provinsi. Kami tampung keluhan-keluhan terkait penurunan omset, kemudian peningkatan keramaian kendaraan di dalam jalan lingkungan, serta sulitnya akses masyarakat ke kantor lurah," ungkap Zulkarwin.

Sebagai informasi, sejumlah warga membongkar paksa pembatas jalan yang dipasang dalam rekayasa lalu lintas di Simpang Empat Rembiga, pada Minggu (30/8/2026). Pembongkaran paksa tersebut disinyalir menyebabkan dampak pada aktivitas ekonomi warga di sekitar simpang. Para pedagang mengaku omzet hariannya menurun setelah ada pemberlakuan rekayasa lalu lintas.



(hsa/hsa)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads