Pantai Kerandangan, Desa Senggigi, Kecamatan Batu Layar, Lombok Barat, kembali disorot setelah wisatawan tewas tenggelam. DPRD Lombok Barat menilai kejadian serupa yang terus berulang menjadi alarm untuk memperketat penjagaan dan mengevaluasi sistem pengamanan di kawasan pantai.
Ketua Komisi II DPRD Lombok Barat Husnan Hadi mengatakan wisatawan tenggelam di Pantai Kerandangan bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, kejadian serupa terus berulang setiap tahun.
"Ini harus ada evaluasi, karena sudah berulang kali," kata Husnan, Kamis (27/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Husnan menilai peristiwa yang memakan korban jiwa tersebut seharusnya menjadi alarm bagi pengelola dan pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan di kawasan pantai.
Meski lahan Pantai Kerandangan merupakan milik pribadi, Husnan meminta Pemkab Lombok Barat tetap turun tangan. Menurutnya, aspek keselamatan pengunjung tidak boleh diabaikan hanya karena status kepemilikan lahan.
"Apa pun itu, mau lahan pribadi atau tidak, ini menyangkut nyawa orang banyak. Ya, harus dievaluasi lah sama pemda," tegasnya.
Husnan juga meminta penjagaan pantai diperketat, terutama di area yang menjadi lokasi wisatawan berenang. Selain itu, fasilitas pendukung keselamatan seperti pos pengamanan dan rambu-rambu peringatan dinilai perlu disediakan.
"Ini kan peristiwa berulang, tentu secara tanggap darurat di tempat sana itu harus dibangun fasilitas untuk mencegah terjadinya peristiwa itu kembali. Penjaga pantai juga itu," ujarnya.
Sebelumnya, turis asal Inggris bernama Nicholas Irven tewas terseret arus saat berenang di Pantai Kerandangan 2. Pria asing itu semula berenang bersama anak dan istrinya.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 Wita pada Rabu (19/8/2026). Sebelumnya, korban bersama istri dan tiga anaknya diketahui menginap di Rinjani Esco Resort Tanjung, Lombok Utara.
"Ada lima orang warga asing asal Inggris yang tenggelam. Terdapat empat orang selamat, yakni ibu dan tiga orang anaknya," ungkap Humas SAR Mataram I Gusti Lanang Wiswananda dalam keterangannya, Rabu malam.
Nicholas sempat hilang tenggelam selama kurang lebih 18 menit sebelum akhirnya berhasil ditemukan. Lanang mengatakan proses penyelamatan dilakukan warga Dusun Krandangan dan Mangsit yang berada di sekitar lokasi.
Menurut Lanang, warga berjibaku menembus ombak menggunakan jet ski dan peralatan selam seadanya untuk mengevakuasi korban ke darat. Korban ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri dan dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram. Nahas, nyawa pria Inggris itu tidak dapat tertolong.