detikBali

Relawan Gempa di Manggarai Tertimpa Pohon Tumbang Saat Salurkan Bantuan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Relawan Gempa di Manggarai Tertimpa Pohon Tumbang Saat Salurkan Bantuan


Sui Suadnyana, Ambrosius Ardin - detikBali

Relawan gempa bernama Adalbertus Gregorian Bambar alias Berry dirawat di RS lapangan di Ruteng seusai tertimpa pohon tumbang di Ling, Desa Golo Cador, Kecamatan Wae Rii, Manggarai. (Istimewa)
Foto: Relawan gempa bernama Adalbertus Gregorian Bambar alias Berry dirawat di RS lapangan di Ruteng seusai tertimpa pohon tumbang di Ling, Desa Golo Cador, Kecamatan Wae Ri'i, Manggarai. (Istimewa)
Manggarai -

Relawan kemanusiaan bernama Adalbertus Gregorian Bambar alias Berry Bambar tertimpa pohon tumbang saat menyalurkan bantuan untuk korban gempa di Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Berry mengalami patah tulang dan sempat pingsan di lokasi sehingga dievakuasi ke rumah sakit.

Berry tertimpa pohon tumbang pada Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.30 Wita. Berry kala itu bersama lima rekannya mengantar sejumlah sembako dan sumbangan lain ke Ling, Desa Golo Cador, Kecamatan Wae Ri'i. Berry tertimpa pohon besar saat bersiap menyalakan sepeda motornya. Sementara relawan lain bisa berlari menyelamatkan diri saat pohon itu tumbang dan menimpa motor mereka.

"Kami sudah menyerahkan bantuan di rumah ketiga, mau lanjut satu per satu ke 27 rumah lain, saat pohon besar yang sudah kering dan miring usai gempa, jatuh. Semua serba tiba-tiba karena kami sedang siap menyalakan mesin sepeda motor," kata Ebertus Ngera Sega, koordinator relawan Tim Respons Cepat Desa Golo Cador, dalam keterangannya, Selasa (25/8/2026) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tim relawan tersebut terdiri atas enam orang menggunakan tiga motor. Selain Berry dan Ebertus, relawan lain adalah Reineldis Asni Yati Epin, Yohanes Fransiskus Naring, Patrisius Rundung, dan Eprimus Jehanum.

ADVERTISEMENT

Mereka berangkat dari Timung, kampung asal mereka yang juga di Desa Golo Cador sekitar pukul 15.30 Wita. Mereka seharusnya sudah berangkat ke Ling pukul 14.00 Wita, tetapi ditunda karena menunggu angin kencang reda.

Relawan lain, Yohanes, menjelaskan posisi Berry yang lebih dahulu menyalakan motor membelakangi pohon yang tumbang itu membuatnya tak bisa berlari secepat relawan lain. Berry, ujar dia, pingsan di bawah reruntuhan pohon itu

Berry kemudian dievakuasi dari reruntuhan pohon dan dibawa ke kios dekat lokasi kejadian. Dua bidan desa datang memberi penanganan darurat terhadap Berry yang masih pingsan. Bidan melakukan pengukuran tensi darah dan memberinya minum teh, tetapi Berry belum sadarkan diri.

Para relawan bersama keluarga kemudian mengantar Berry menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruteng. Jalur utama menuju Ruteng yang rusak parah seusai gempa memaksa mereka harus melewati jalan lain ke arah barat menuju Desa Poco, jalur lintas Reo-Ruteng.

Dari RSUD Ruteng, Berry kemudian diantar menggunakan ambulans menuju rumah sakit lapangan. Berry ditangani dokter di tenda darurat di rumah sakit lapangan tersebut untuk menjalani operasi. Berry kini sudah sadar dan dirawat di RSUD Ruteng.

Berry menjalani operasi patah tulang di rumah sakit lapangan, Ruteng, Manggarai, Selasa (25/8/2026) sore. Delapan tenaga medis, termasuk dokter ortopedi, menangani operasi tersebut.

"Operasi kemarin sore," kata Ebertus, Rabu (25/8/2026).

Seusai operasi, Berry dibawa ke tenda darurat di halaman RSUD Ruteng untuk menjalani perawatan lanjutan. Berry, ujar Ebertus, baru sadarkan diri sekitar pukul 21.00 Wita.

Ebertus dan empat relawan lainnya menemani Berry sejak dievakuasi dari lokasi kejadian hingga di tenda darurat perawatan korban. Sejumlah orang mengunjungi Berry di tenda darurat tersebut. Salah satunya Uskup Ruteng, Mgr Siprianus Hormat.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads