Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, berbelasungkawa mendalam kepada Ahmad Zaki Ali (41). Founder Yayasan Gerak Bareng itu meninggal saat mendistribusikan bantuan kepada korban gempa di Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, NTT.
"Pertama sebagai Gubernur Provinsi NTT dan mewakili seluruh masyarakat NTT, khususnya masyarakat Flores terdampak ini, saya mengucapkan belasungkawa yang mendalam buat Pak Zaki yang meninggal ini," kata Melki saat diwawancarai media massa di pos utama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nagekeo, Sabtu (22/8/2026).
Melki mengungkapkan Zaki merupakan seorang relawan yang sangat gigih masuk keluar kampung dan desa. Hal itu dilakukan untuk memastikan data dan bantuan sampai pada korban gempa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beliau saya pernah ke Dampek tiga kali, saya dengar betul beliau salah satu orang yang sangat keras dan gigih antar bantuan keluar masuk kampung dan desa demi desa di Dampek sehingga akhirnya kerja dengan luar biasa akhirnya Pak Zaki meninggal," ungkap Melki.
Melki juga mengingatkan kepada semua masyarakat, relawan, dan semua pihak yang bekerja keras dalam penanganan bencana gempa agar menjaga kesehatan.
"Saya ingatkan buat kita semua yang bekerja menangani bencana ini, baik dari pemerintah pusat, provinsi, para bupati dan jajarannya. Teman-teman wartawan juga sama tolong jaga kesehatan dengan baik," pinta Melki.
Kekurangan Relawan
Melki juga membeberkan sejumlah kendala dalam penanganan gempa di Pulau Flores. Salah satu kendala utama adalah masih kekurangan relawan.
"Kami kekurangan orang. Kalau bisa banyak relawan yang bantu pemerintah," ujar politikus Partai Golongan Karya (Golkar) itu.
Bagi Melki, banyaknya jumlah relawan bencana sangat penting untuk membantu pemerintah dalam proses pengangkutan hingga proses distribusi bantuan bisa sampai ke setiap kampung-kampung.
"Karena pemerintah terbatas kekuatannya, makanya butuh relawan seperti tadi saya di Manggarai Timur itu, ada anak-anak dari orang muda Katolik (OMK) yang jadi relawan. Itu bagus sekali," jelas Melki.
Melki lantas meminta remaja masjid (remas), organisasi mahasiswa, dan siapa pun agar bisa membantu distribusi logistik ke setiap perkampungan. "Kami butuh orang-orang seperti mereka," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, satu relawan kemanusiaan asal Jakarta bernama Ahmad Zaki Ali (42) meninggal saat menyalurkan bantuan di Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) Jumat (21/8/2026). Zaki meninggal diduga mengalami serangan jantung akibat kelelahan.
Deputi Operasi dan Siaga Basarnas, Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso mengungkapkan Zaki meninggal dunia saat dalam perjalanan distribusi bantuan logistik kepada terdampak gempa tersebut.
Saat itu, Zaki dan rombongan dalam perjalanan dari Reo, Manggarai, menuju Lamba Leda Utara. Reo dan Lamba Leda Utara termasuk dua wilayah terdampak parah gempa bumi di Flores.
"Pada saat kejadian yang bersangkutan dalam rangka pendistribusian logistik dari Reo menuju Lamba Leda," kata Edy, Sabtu (22/8/2026).
(hsa/hsa)