detikBali

Uskup Labuan Bajo Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa

Terpopuler Koleksi Pilihan

Uskup Labuan Bajo Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa


Ambrosius Ardin - detikBali

Uskup Labuan Bajo Mgr. Maksimus Regus (kemeja putih) salurkan bantuan pangan  kepada keluarga korban gempa  dan kelompok difabel di Paroki Sok Rutung, Selasa (25/8/2026).
Uskup Labuan Bajo Mgr. Maksimus Regus (kemeja putih) salurkan bantuan pangan kepada keluarga korban gempa dan kelompok difabel di Paroki Sok Rutung, Selasa (25/8/2026). (Foto: Dok. Komsos Keuskupan Labuan Bajo)
Manggarai Barat -

Uskup Labuan Bajo Mgr. Maksimus Regus turun langsung menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak gempa bumi. Maksimus bersama Caritas Keuskupan Labuan Bajo mendistribusikan bantuan kepada keluarga korban gempa dan kelompok difabel di Paroki Sok Rutung, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Vikjen Keuskupan Labuan Bajo, RD Richard Manggu, mengatakan Uskup Labuan Bajo memberi perhatian khusus terhadap kelompok rentan yang turut terdampak bencana gempa bumi. Uskup Labuan Bajo, ujar dia, telah menginstruksikan seluruh jajaran paroki memberikan prioritas utama kepada kelompok rentan.

"Kelompok rentan tidak pernah boleh dibiarkan jalan sendiri. Mereka yang rentan secara ekonomi, fisik (disabilitas), maupun politik yang luput dari perhatian lembaga resmi harus diutamakan dan didampingi, terutama dalam masa pemulihan melalui advokasi gereja," tegas Richard, Selasa (25/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keuskupan Labuan Bajo terus mengonsolidasikan seluruh kekuatan pelayanan kemanusiaan pascabencana gempa bumi yang melanda wilayah Manggarai Barat sejak 15 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

Hingga hari kedelapan pascabencana, jelas Richard, Keuskupan Labuan Bajo melalui Caritas telah menuntaskan pendistribusian bantuan darurat tahap pertama di paroki-paroki terdampak, dengan titik pelayanan terakhir di Paroki Nunang dan Paroki Sokrutung.

"Secara akumulatif, tim posko keuskupan telah berhasil menyalurkan bantuan kepada 2.866 kepala keluarga (KK), atau diperkirakan melayani lebih dari 11.000 jiwa," ungkap Richard.

"Bantuan utama yang disalurkan berupa bahan pangan (sembako) serta kebutuhan tenda darurat," imbuh dia.

Menyikapi keterbatasan persediaan terpal di Labuan Bajo, Caritas Indonesia telah berkomitmen mendatangkan 1.000 terpal tambahan pada minggu ini untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak yang masih terpaksa tidur di luar rumah akibat gempa susulan.

Memasuki fase kedua yang berlangsung tujuh hari ke depan, Keuskupan Labuan Bajo memperluas cakupan pelayanan ke sektor non-pangan, yakni layanan kesehatan gratis, psikososial (trauma healing), dan paket sanitasi.



(dpw/dpw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads