detikBali

Pemkab Mulai Pikirkan Pola Pemulihan Pascakebakaran Hebat di Desa Sade Lombok

Terpopuler Koleksi Pilihan

Pemkab Mulai Pikirkan Pola Pemulihan Pascakebakaran Hebat di Desa Sade Lombok


Edi Suryansyah - detikBali

Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, saat meninjau lokasi kebakarandi Desa Adat Sade, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB, Minggu (23/6/2026). (Foto:Edi Suryansyah/detikBali)
Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, saat meninjau lokasi kebakaran di Desa Adat Sade, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB, Minggu (23/6/2026). (Foto: Edi Suryansyah/detikBali)
Lombok Tengah -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah mulai memikirkan pola pemulihan pascakebakaran yang melalap 129 rumah adat Suku Sasak di Desa Adat Sade, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pemkab bakal mengevaluasi penggunaan atap ilalang lantaran mudah terbakar.

"Infrastruktur ini akan menjadi pelajaran kita bersama. Apakah ilalang ini akan kita pakai sebagai atap (lagi) atau bagaimana," kata Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri saat meninjau lokasi kebakaran, Minggu (23/6/2026).

Pathul mengakui Desa Adat Sade selama ini menjadi salah satu cagar budaya di Lombok yang ramai dikunjungi wisatawan. Namun, dia menilai struktur dan tata letak bangunan adat tersebut rentan kebakaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena ini adalah warisan yang kita dapatkan dari generasi kita dari berpuluh-puluh tahun yang lalu. Ini butuh diskusi publik untuk menangani lebih lanjut," ujar Ketua DPD Partai Gerindra NTB itu.

Pathul menyebut api dengan cepat menjalar ke rumah lainnya karena material bangunan adat Sasak itu terbuat dari ilalang dan pagar anyaman bambu. Hingga kini, polisi masih mendalami awal mula kebakaran hebat tersebut.

ADVERTISEMENT

"Keterangan awal itu penyebabnya dari sulutan api yang menyebar ke mana-mana. Karena atapnya ilalang sehingga cepat," imbuhnya.

Pemkab Lombok Tengah akan berkomunikasi dengan seluruh pihak-pihak terkait dalam upaya pemulihan pascakebakaran. Pathul mengatakan rencana induk (master plan) tata ruang di Desa Adat Sade harus memperhatikan faktor keamanan, termasuk dari ancaman kebakaran.

Di sisi lain, Pathul belum bisa menaksir angka pasti kerugian materiel yang dialami warga di desa wisata itu. Hanya saja, ia memastikan terdapat 129 rumah terbakar dan sebanyak 320 warga terdampak kebakaran tersebut.

Diketahui, kebakaran hebat terjadi di Desa Adat Sade, Lombok Tengah, pada Sabtu (22/8) malam. Kebakaran mengakibatkan kampung adat tertua di Lombok itu kini telah rata dengan tanah.

Sebelumnya, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyiapkan langkah penanganan pascakebakaran yang melanda Desa Adat Sade, Lombok Tengah. Rencana tersebut akan segera dikoordinasikan bersama Pemkab Lombok Tengah.

Selain penanganan awal, skema rekonstruksi rumah adat yang terbakar juga tengah disiapkan. Iqbal menilai Desa Adat Sade perlu segera dibangun kembali karena merupakan salah satu ikon budaya masyarakat Sasak.

"Saya akan segera berkomunikasi dengan Bupati Lombok Tengah untuk mengambil langkah cepat dan tepat. Nanti kami pikirkan bagaimana merekonstruksi kembali Desa Adat Sade," ungkap Iqbal, Minggu.



(iws/iws)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads