detikBali
Lombok Tengah

Pemprov NTB Akan Bangun Kembali 129 Rumah di Desa Adat Sade yang Terbakar

Terpopuler Koleksi Pilihan
Lombok Tengah

Pemprov NTB Akan Bangun Kembali 129 Rumah di Desa Adat Sade yang Terbakar


Tim detikBali - detikBali

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat turun meninjau saat kobaran api lalap semu rumah adat di Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Sabtu hingga Minggu dini hari tadi (23/8/2026). (Foto: Pemprov NTB).
Foto: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat turun meninjau saat kobaran api lalap semu rumah adat di Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Sabtu hingga Minggu dini hari tadi (23/8/2026). (Foto: Pemprov NTB).
Lombok Tengah -

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menyiapkan langkah penanganan pascakebakaran yang melanda Desa Adat Sade, Lombok Tengah, pada Sabtu (22/8/2026) malam. Rencana tersebut akan segera dikoordinasikan bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah.

Selain penanganan awal, skema rekonstruksi rumah adat yang terbakar juga tengah disiapkan. Iqbal menilai Desa Adat Sade perlu segera dibangun kembali karena merupakan salah satu ikon budaya masyarakat Sasak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya akan segera berkomunikasi dengan Bupati Lombok Tengah untuk mengambil langkah cepat dan tepat. Nanti kami pikirkan bagaimana merekonstruksi kembali Desa Adat Sade," ungkap Iqbal, Minggu (23/8/2026).

Sebelumnya, kampung Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, mengalami kebakaran besar, Sabtu (22/8/2026) malam. Sebanyak 129 rumah ludes terbakar.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan informasi yang diterima, api diduga pertama kali muncul dari salah satu rumah warga. Kobaran api kemudian dengan cepat membesar dan berpotensi merembet ke bangunan lainnya.

Sementara itu, ratusan warga terdampak mulai dievakuasi ke gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Rambitan. Iqbal meminta jajarannya bergerak cepat memenuhi kebutuhan pokok para pengungsi di tempat penampungan sementara.

"Yang pertama sekarang dan harus cepat adalah bagaimana kebutuhan dan rasa aman masyarakat yang rumahnya terbakar kita perhatikan. Kebutuhan sandang, pangan, dan aktivitas sosial ekonomi mereka harus kita pastikan. Anak-anak kita pastikan pendidikannya tidak terganggu," tegas Iqbal.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads