detikBali

Bantuan untuk Korban Gempa di Pelosok Flores Terkendala Medan Ekstrem

Terpopuler Koleksi Pilihan

Bantuan untuk Korban Gempa di Pelosok Flores Terkendala Medan Ekstrem


Yufengki Bria - detikBali

Jembatan Dampek di Jalan Provinsi Reo-Dampek-Pota, Kecamatan Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, rusak akibat gempa. (Dok. Pemprov NTT)
Foto: Jembatan Dampek di Jalan Provinsi Reo-Dampek-Pota, Kecamatan Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, rusak akibat gempa. (Dok. Pemprov NTT)
Nagekeo -

Penyaluran bantuan untuk korban gempa bumi magnitudo (M) 7,7 di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menemui sejumlah kendala. Terutama di wilayah-wilayah pelosok. Di antaranya, adalah medan yang sulit, jalan rusak, dan longsor.

Salah satu medan ekstrem berada di Kelurahan Pota dan sejumlah wilayah di pesisir Kecamatan Sambi Rampas, Manggarai Timur.

"Ada beberapa jalur yang sulit dilalui kendaraan. Ada jalan yang tertimbun batu besar, ditambah gempa susulan yang terus terjadi dan mengakibatkan jalan yang awalnya hanya sedikit tertimbun, kembali tertimbun material longsor susulan," tutur Benyamin Deaniel Asadoma, anak Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma yang ikut mengantar bantuan, ditemui di Nagekeo, Minggu (23/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Manggarai Timur merupakan salah satu wilayah terdampak gempa paling parah dengan korban tewas hingga saat ini mencapai 30 jiwa. Menurut Dean, sapaannya, Pulau Palue di Kabupaten Sikka, juga terdampak cukup parah dan aksesnya sulit. Saat ini, bantuan sudah disalurkan ke sana, salah satunya melalui Yayasan D'Asadoma. Terdiri dari sembako, selimut, pakaian, dan sebagainya.

ADVERTISEMENT

Selain infrastruktur jalan, Dean melanjutkan, kendala lainnya adalah sulitnya jaringan telekomunikasi i seluler sehingga komunikasi lanjutan dan pelaporan data pengungsi ke pemerintah terhambat dan distribusi bantuan tidak merata.

"Hal itu yang membuat saya masuk keluar kampung untuk kasih bantuan. Saat itu juga kami bangun komunikasi dengan warga terkait lokasi mana saja yang belum tersentuh bantuan sehingga kami langsung terjun untuk bawa bantuan," terang Dean.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, mengakui banyak sumbangan kepada masyarakatnya yang datang silih berganti dari swasta, yayasan hingga luar negeri.

"Kami sangat terbantu dengan apa yang sudah dilakukan oleh teman-teman dari berbagai swasta, yayasan hingga luar negeri. Sejak awal kami sangat terbantu," pungkas Gonzalo.



(hsa/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads