Sebanyak 6.821 pelanggan layanan air bersih di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih terdampak gempa bumi 7,7 magnitudo pada 15 Agustus 2026. Sejumlah gangguan terjadi akibat gempa itu, seperti pipa transmisi retak, bocor, terputus, dan sebagainya.
"Berdasarkan pemutakhiran data, terdapat 12 titik/lokasi terdampak dengan total 6.821 pelanggan yang mengalami dampak layanan," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Manggarai Timur, Ferdinandus Mbembok, dalam keterangannya, Sabtu (22/8/2026) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak sembilan titik di antaranya masih terdampak dan dalam proses penanganan. Sementara tiga titik lain dengan 3.381 pelanggan di tiga titik sudah diperbaiki.
Ferdinandus mengatakan perbaikan jaringan air rusak itu dilakukan dengan berbagai upaya. "Termasuk pengelasan dan penyambungan kembali pipa, penambahan debit dari sumber terdekat, serta pengaturan pelayanan secara bergilir," jelas dia.
Berikut sembilan titik yang dalam proses perbaikan.
- Wae Kewo, Desa Satar Nawang. Terdapat 1.180 pelanggan terdampak
- Pota, Kecamatan Sambi Rampas: 461 pelanggan terdampak
- Buntang Rana, Desa Rana Gapang: 430 pelanggan terdampak
- Wukir, Desa Sangan Kalo: 271 pelanggan terdampak
- Wae Wulang: 321 pelanggan terdampak
- Darah yang melayani Wae Punda dan Satar Kampas: 148 pelanggan terdampak
- Lawir, Desa Golo Lero: 399 pelanggan terdampak
- Mbeliang Paka, Desa Gurung Liwut: 653 pelanggan terdampak
- Borong Mano, Kelurahan Mando Sawu: 498 pelanggan terdampak
(hsa/hsa)