Jalur pendakian di Gunung Tambora, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali tercoreng. Selain 13 pendaki kepergok memetik bunga edelweis dan membuang sampah sembarangan, ternyata satu orang lainnya juga ditemukan membawa narkotika jenis sabu saat hendak mendaki.
"Iya benar. Kasusnya sudah dialihkan ke Satresnarkoba Polres Bima," ucap Kapolsek Tambora Iptu Suhadak dikonfirmasi detikBali, Jumat (21/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suhadak menyebut kasus terungkap setelah tim gabungan dari Polsek Tambora, TNI, Polhut dan Balai Taman Nasional Tambora, melakukan patroli dan pemeriksaan barang bawaan para pendaki yang akan mendaki Gunung Tambora. Operasi itu di jalur pendakian Desa Oi Bura, Kecamatan Tambora pada Sabtu (15/8/2026).
Saat didekati petugas gabungan, seorang pria yang diketahui berinisial RH (19), warga Desa Labuhan Kananga, Kecamatan Tambora terlihat mencurigakan dan membuang dompet kecil lalu kabur dan melarikan diri.
"Setelah diperiksa, di dalam dompet terdapat 5 klip berisi narkotika jenis sabu dan alat hisap (bong)," katanya.
Suhadak menuturkan saat ini barang bukti berkaitan tindak pidana narkotika tersebut sudah diserahkan ke penyidik Satresnarkoba Polres Bima untuk diproses hukum lebih lanjut. Serah terima barang bukti dilakukan pada Selasa (18/8/2026).
"Barang bukti sudah diserahkan Polsek Tambora ke Penyidik Satresnarkoba Polres Bima," katanya.
Terpisah, Kasatresnarkoba Polres Bima AKP Dediansyah membenarkan hal itu. Kata dia, barang bukti lima klip sabu dan alat hisap sudah diterima dan akan diproses lanjut. Terduga pelaku yang telah dikantongi identitasnya dalam pengejaran.
"Kasusnya kami usut sampai tuntas. Terduga pemilik sabu dan alat hisap inisial RH masih diburu," tandasnya.