Lima ruang kelas di SMKN 1 Gerung, Lombok Barat, masuk kategori rusak berat dan berpotensi roboh. Pihak sekolah meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) segera melakukan perbaikan demi keselamatan siswa saat proses belajar mengajar.
"Sudah dilakukan analisis tingkat kerusakannya oleh konsultan dan masuk dalam kategori rusak berat," kata Kepala SMKN 1 Gerung, Erni Zuhara, Rabu (19/8/2026).
Erni mengatakan kelima ruang kelas tersebut saat ini masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar siswa kelas 10, termasuk jurusan kuliner dan tata boga. Menurutnya, kondisi ruang kelas itu membuat siswa dan guru merasa waswas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang SMK diamanahkan untuk menciptakan SDM yang siap bekerja. Dengan kondisi ruang kelas seperti ini, kurang nyaman dan kurang maksimal pembelajaran bisa tersampaikan kepada anak-anak," kata Erni.
Erni mengaku telah mengajukan perbaikan gedung kepada Pemprov NTB sejak tiga tahun terakhir. Dua tahun lalu, sekolah juga telah bersurat kepada Dinas PUPR Provinsi NTB untuk meminta penilaian terhadap kondisi bangunan. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut terkait hal tersebut.
"Sudah tiga tahun terakhir ini kami sudah membuat proposal untuk mengajukan perbaikan ke Pemprov. Dua tahun terakhir kami juga sudah bersurat kepada PUPR Provinsi untuk membantu kami untuk melakukan penilaian terhadap kerusakan ini. Tapi mudah-mudahan segera dapat direspons," tuturnya.
Di sisi lain, Erni mengaku dilema jika lima ruang kelas tersebut harus disegel karena dinilai membahayakan. Sebab, sejak awal SMKN 1 Gerung sudah mengalami kekurangan ruang kelas.
"Ini membutuhkan segera penanganan karena berkaitan dengan keselamatan anak-anak kami yang belajar. Sebenarnya kami juga terkendala untuk saat ini ketika kelas disegel. Kami mau tempatkan anak-anak di mana untuk belajar, sedangkan sejak awal kami sudah kekurangan ruang kelas," pungkasnya.