detikBali

Sensus Ekonomi 2026, BPS Temukan Banyak Usaha Baru di Klungkung

Terpopuler Koleksi Pilihan

Sensus Ekonomi 2026, BPS Temukan Banyak Usaha Baru di Klungkung


Fatih Kudus Jaelani - detikBali

Petugas Sensus Ekonomi 2026 tengah mendata warga pelaku usaha di Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali. (Foto: Dok. BPS Klungkung)
Petugas Sensus Ekonomi 2026 tengah mendata warga pelaku usaha di Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali. (Foto: Dok. BPS Klungkung)
Klungkung -

Badan Pusat Statistik (BPS) menemukan banyak usaha baru yang bermunculan di Kabupaten Klungkung, Bali. Temuan ini tampak dalam capaian pendataan Sensus Ekonomi 2026 yang akan berakhir pada 31 Agustus mendatang.

"Mendekati batas akhir pendataan, progres di kabupaten klungkung sudah mencapai 110,09 persen. Capaian ini mencakup empat kecamatan di Klungkung," kata Kepala Kepala BPS Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gede Dirga Kardita, kepada detikBali, Kamis (19/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Capaian lebih dari 100 persen ini dikarenakan oleh banyaknya usaha baru yang sebelumnya tidak ada dan baru ditemukan dalam sensus ini. Sehingga hasilnya lebih dari 100 persen," imbuhnya.

Salah satu usaha yang bertambah dan masuk dalam pendataan kali ini adalah usaha online. Sejak awal, Dirga menyebut tantangan Sensus Ekonomi 2026 adalah masuknya jenis usaha online dalam pendataan. Berbeda dengan Sensus terdahulu yang belum memasukkan data usaha online.

ADVERTISEMENT

Meski begitu, Dirga belum dapat merinci usaha baru dan jumlah pengusaha di Klungkung yang sudah didata maupun masuk dalam 110,09 persen tersebut. Menurutnya, data pasti baru dapat disampaikan setelah pelaksanaan Senus Ekonomi 2026 rampung,.

"Jumlahnya nanti dulu saja. Tunggu rampung semua," kata Dirga.

Saat ini, petugas Sensus terus menyisir kembali para pelaku usaha yang belum terdata di seluruh wilayah Gumi Serombotan. Mulai dari Kecamatan Klungkung, Banjarangkan, Dawan, hingga wilayah kepulauan Nusa Penida.

Menurut Dirga, tahapan penyisiran (sweeping) di sisa waktu ini sangat krusial demi menjaga esensi dari Sensus itu sendiri. Pada konsepnya, dia berujar, kegiatan Sensus Ekonomi mendata seluruh populasi atau pelau usaha.

"Artinya, semua pelaku usaha tanpa terkecuali harus terdata. Makanya di sisa waktu sampai 31 Agustus ini, petugas kami di empat kecamatan melakukan proses penyisiran kembali ke lapangan untuk memastikan tidak ada satupun yang terlewat," ujarnya.

Melesetnya progres pendataan di Klungkung ini juga tidak terlepas dari modernisasi sistem pengumpulan data. Pada SE2026 kali ini, BPS Klungkung sepenuhnya mengimplementasikan metode Computer Assisted Personal Interview (CAPI).

Melalui metode CAPI, para petugas di lapangan langsung menginput data menggunakan perangkat pintar (gadget) yang terintegrasi. Sistem ini secara otomatis memangkas birokrasi pencatatan manual berbasis kertas yang rawan rusak atau hilang.

"Dengan menggunakan metode CAPI, data yang diinput oleh petugas di lapangan langsung masuk ke dalam server pusat saat itu juga. Ini memberikan jaminan ketepatan dan kecepatan yang luar biasa dalam penyelesaian target di lapangan," kata Dirga.

Selain mempercepat kerja tim di lapangan, sistem digital ini diklaim ampuh menepis keraguan masyarakat terkait keamanan informasi bisnis mereka. Pasalnya, data yang dikirimkan langsung terenkripsi ke pangkalan data BPS.

"Masyarakat tidak perlu khawatir karena dengan sistem langsung ke server ini, kerahasiaan data seluruh pengusaha di Klungkung dijamin sangat aman dan dilindungi undang-undang," pungkasnya.



(iws/iws)









Hide Ads