Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pagi ini. Getaran gempa juga terasa di wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Sejumlah warga di Bima berhamburan saat gempa terjadi. Bahkan, warga dari Desa Bugis, Kecamatan Sape, dan Desa Sangiang, Kecamatan Wera, mengevakuasi diri ke wilayah perbukitan karena takut tsunami.
"Saat gempa tadi kami di sini langsung keluar berhamburan dari rumah. Sebagian mengemas barang hingga melarikan diri ke area perbukitan," ucap seorang warga Desa Bugis, Andri, kepada detikBali, Sabtu (15/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andri menuturkan sebagian warga dari desanya memilih mengamankan diri ke perbukitan lantaran takut tsunami. Menurutnya, beberapa saat setelah gempa bumi, air laut di perairan Desa Bugis pasang surut dengan cepat.
"Banyak yang takut melihat kondisi air laut pasang dan surut setelah terjadinya guncangan gempa," imbuh Andri.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Nurul Huda, membenarkan getaran gempa terasa hingga wilayah Bima, NTT. Menurutnya, warga yang sempat mengungsi ke perbukitan kini kembali ke rumah masing-masing.
"Tim kami di lapangan tetap memantau, mengimbau, dan memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak panik," kata Huda
"Untuk sementara laporan yang sudah masuk, kantor Camat Lambitu retak pada dinding serta pagar dan tembok satu unit rumah warga di Rabakodo, Kecamatan Woha, roboh," imbuhnya.
Berdasarkan pemutakhiran data, pusat gempa M 7,7 tersebut berada di laut pada kedalaman 15 kilometer, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo. Getaran gempa terasa kuat di sejumlah wilayah NTT, NTB, hingga Sulawesi Selatan.
Sebelumnya, Kepala Stasiun Geofisika Kupang Arief Tyastama mengungkapkan hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa terletak pada koordinat 8.41° LS dan 121.39° BT. Gempa berpusat pada jarak 30 kilometer utara Mbay, Nagekeo, NTT, pada kedalaman 15 km.
"Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik," ujar Arief dalam keterangannya.
Berdasarkan pengamatan BMKG hingga pukul 08.45 Wita, tercatat sebanyak 44 kali gempa susulan di wilayah NTT. Arief mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan memastikan informasi resmi yang dapat diakses melalui kanal resmi BMKG.
(iws/iws)