Gunung Ile Lewotolok di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali memerah akibat aliran lava yang meluncur sejauh 1,2 kilometer dari bibir kawah. Dalam periode 24 jam, gunung api tersebut tercatat meletus sebanyak 158 kali.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok, Yeremias Kristianto Pugel, mengatakan erupsi terjadi pada Selasa (17/8/2026) pukul 00.00-24.00 Wita. Gunung dengan ketinggian 1.413 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu mengalami letusan dengan tinggi 100-500 meter.
"Meletus 158 kali, dengan amplitudo 11,1-40 milimeter, dah durasi 39-119 detik. Erupsi disertai lontaran material pijar dan dentuman atau gemuru lemah hingga sedang. Teramati aliran lava mengalir ke sektor selatan 1.200 meter dari bibir kawah," ujar Yeremias dalam keterangannya yang diterima detikBali, Rabu (19/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain letusan, tercatat 13 kali embusan, tremor nonharmonik 36 kali, hybrid 2 kali, dan vulkanik dangkal 3 kali. Tremor menerus juga terekam dengan amplitudo 16,6-33,2 milimeter.
Yeremias mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Ile Lewotolok, termasuk pengunjung, pendaki, dan wisatawan, tidak memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas gunung.
Masyarakat juga diminta mewaspadai ancaman guguran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara.
"Mewaspadai ancaman guguran longsor lava ke sektor selatan, tenggara, timur laut Gunung Ile Lewotolok," imbuhnya.
Selain itu, masyarakat diimbau menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit dari gangguan pernapasan.
"Menutup tempat penampungan air bersih agar terhindar dari paparan abu vulkanik," tandasnya.