Seekor ular king cobra atau tedung sepanjang sekitar 2,2 meter dievakuasi dari sebuah vila di Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, Bali. Ular tersebut berjenis kelamin betina.
Ketua Yayasan Reptil Asih Tabanan, Ni Putu Astridayanti, mengatakan keberadaan ular pertama kali diketahui pemilik vila, Gede Sudana, pada Kamis (20/8/2026). Temuan itu kemudian dilaporkan kepada tim rescue untuk ditangani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ular ditemukan berada di sebuah rumpun bambu di kawasan villa. Karena khawatir dapat membahayakan pengunjung dan tamu, pemilik kemudian menghubungi kami," ujar Astridayanti, Jumat (21/8/2026).
Proses evakuasi dilakukan sekitar pukul 17.05 Wita oleh petugas Yayasan Reptil Asih Tabanan. Dalam proses rescue tersebut, ular berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban.
Astridayanti menduga king cobra tersebut masuk ke kawasan vila saat sedang mencari atau mengejar mangsa. Dugaan itu diperkuat dengan tidak ditemukannya tanda-tanda ular membuat sarang di sekitar rumpun bambu tempatnya ditemukan.
Menurut Astridayanti, musim kemarau juga bukan waktu yang umum bagi ular kobra untuk berkembang biak. Proses perkembangbiakan ular kobra biasanya terjadi saat musim hujan.
Setelah berhasil dievakuasi, ular tersebut diamankan oleh tim rescue untuk mendapatkan penanganan sesuai prosedur. King cobra kemudian dibawa ke shelter milik Yayasan Reptil Asih Tabanan.
"Ular kemudian diamankan ke shelter di yayasan Reptil Asih Tabanan," jelasnya.
Kemunculan king cobra di sekitar permukiman maupun kawasan vila perlu diwaspadai karena ular tersebut merupakan satwa berbisa yang berbahaya. Selain itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mencoba menangkap atau mengusir sendiri apabila menemukan king cobra.
"Jika masyarakat menemukan ular ini sebaiknya segera menjauh dari lokasi dan menghubungi petugas atau tim rescue yang memiliki kemampuan menangani ular berbisa," pungkasnya.