detikBali

Gempa Flores: 70 Orang Tewas, Korban Luka Berat Dievakuasi Helikopter

Terpopuler Koleksi Pilihan

Gempa Flores: 70 Orang Tewas, Korban Luka Berat Dievakuasi Helikopter


Yurgo Purab, Ambrosius Ardin - detikBali

Evakuasi tahap kedua korban gempa menggunakan helikopter dari Manggarai Timur ke RSUD Labuan Bajo, Manggarai Barat m, NTT, Selasa (18/8/2026). (Dok. Basarnas Maumere)
Foto: Evakuasi tahap kedua korban gempa menggunakan helikopter dari Manggarai Timur ke RSUD Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Selasa (18/8/2026). (Dok. Basarnas Maumere)
Manggarai Barat -

Basarnas terus memperbarui data korban gempa magnitudo (M) 7,7 di Mbay, Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga Selasa (18/8/2026), tercatat 70 orang tewas. Kemudian, 230 korban lainnya luka berat dan 308 orang luka ringan.

Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, memerinci korban tewas di Nagekeo sebanyak delapan orang, Kabupaten Ngada dua orang, dan Manggarai Timur 25 orang.

"Manggarai Barat dua orang meninggal dunia, Manggarai 27 orang, dan Ende dua orang," rinci Fathur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korban luka berat terbanyak berada di Manggarai Timur, yakni 182 orang. Kemudian, Ngada 17 orang dan Nagekeo 13 orang. "Sikka dua orang, Manggarai Barat dua orang, Manggarai delapan orang, dan Ende empat orang," tandasnya.

ADVERTISEMENT

Korban Luka Berat Dievakuasi Helikopter

Korban luka berat ayang dievakuasi ke RSUD Komodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat hari ini bertambah menjadi tujuh orang. Korban dari wilayah Manggarai Timur itu dievakuasi tim SAR gabungan menggunakan helikopter milik Basarnas dalam dua tahap.

"Sebanyak tujuh korban dengan kondisi luka berat telah berhasil dievakuasi melalui jalur udara. Para korban mengalami sejumlah cedera, di antaranya patah tulang, dislokasi, trauma vertebralis, serta luka parah pada bagian tangan," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi, Selasa.

Ia menjelaskan proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan korban yang membutuhkan penanganan medis segera. Evakuasi pertama pukul 11.00 Wita dan kedua pukul 15.00 Wita. Evakuasi menggunakan helikopter Dauphin AS 365 N3+ HR-3604.

"Evakuasi dilakukan dalam dua kloter. Kloter pertama menggunakan Helikopter Dauphin dengan membawa tiga korban dan tim medis, sementara kloter kedua membawa empat korban," jelas Syafi.

Untuk mendukung percepatan evakuasi, helikopter tersebut terus disiagakan dan dioperasikan secara intensif di wilayah yang terdampak paling parah, khususnya di Kabupaten Manggarai Timur. Penggunaan jalur udara menjadi salah satu upaya untuk mempercepat proses pemindahan korban dari lokasi terdampak menuju fasilitas kesehatan.

Selain evakuasi melalui jalur udara, penguatan personel dan sarana pendukung di lapangan juga terus dilakukan. Sore tadi, Tim Rescue Kantor SAR Kupang bersama unsur TNI, Polri, dan Potensi SAR dari Kupang diberangkatkan menuju wilayah terdampak menggunakan KN SAR Antareja.

Syafi berharap penambahan kekuatan personel dan armada tersebut dapat mempercepat proses pencarian, pertolongan, dan evakuasi korban, sekaligus memperkuat respons SAR di sejumlah wilayah yang masih membutuhkan penanganan.

"Tim SAR Gabungan hingga saat ini terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk memastikan proses evakuasi dan penanganan korban berjalan cepat, aman, dan terkoordinasi," tandas Syafi.



(hsa/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads