Sejumlah dokter spesialis ortopedi dari Sulawesi Selatan (Sulsel) dikerahkan untuk membantu korban gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Meraka sudah tiba di Labuan Bajo, Manggarai Barat. Mereka selanjutnya berangkat ke lokasi terdampak gempa yang membutuhkan layanan dokter ortopedi.
"Tadi teman-teman dokter ortopedi dari Sulawesi Selatan sudah ada di Labuan Bajo, mereka minta tolong agar dibantu untuk perjalanan ke (lokasi kejadian)," kata Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus. dalam rapat koordinasi penanggulangan gempa bumi Flores lintas Kementerian/Lembaga di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Minggu (16/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokter ortopedi adalah dokter spesialis yang fokus menangani cedera tulang, sendi, otot, ligamen, tendon, hingga saraf. Benjamin mengatakan dokter ortopedi yang turun ke lokasi gempa di Flores ini sudah terbiasa menangani kasus-kasus seperti yang dialami korban gempa bumi.
"Mereka sudah terbiasa menangani kasus seperti ini. Mereka mau ke lokasi kejadian, sekarang sedang tunggu di Labuan Bajo, minta arahan dari kita di sini bagaimana mereka bisa diberangkatkan ke lokasi-lokasi khsususnya yang membutuhkan layanan," ujar Benjamin.
Ada delapan kabupaten di Flores terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 tersebut. Menurut dia, dokter ortopedi itu akan dikerahkan ke wilayah Manggarai dan Manggarai Timur. Dua wilayah itu paling banyak korban gempa bumi yang berpusat di Mbay, Nagekeo tersebut.
"Kalau kita lihat untuk wilayah Manggarai dan Manggarai timur yang paling membutuhkan bantuan dari dokter ortopedi," ujar Benjamin.
Selain. dokter ortopedi dari Sulawesi Selatan, sejumlah dokter dari Kupang juga datang membantu korban gempa di Flores. Mereka akan dikerahkan membantu korban di Manggarai.
Sementara itu, Basarnas mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bertambah menjadi 51 orang dan korban luka berat 64 orang. Korban tersebar di sejumlah wilayah terdampak gempa di Flores.
Ada penambahan empat korban jiwa yang tercatat hari ini. Korban meninggal dunia bertambah di wilayah Manggarai Timur dan Manggarai.
"Penambahan di Manggarai Timur ada tiga warga yang dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia, kemudian Manggarai yang tadinya 23 menjadi 24, tambah 1 sehingga total 51 korban meninggal dunia," jelas Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii, dalam rapat koordinasi.