Mabes Polri mengirim 2,5 ton logistik berupa obat-obatan hingga Wi-Fi portabel untuk mendukung proses penanganan korban bencana di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (16/8/2026).
"Dalam penerbangan dari Pondok Cabe menuju Labuan Bajo, Polri membawa sekitar 2,5 ton barang, terdiri atas berbagai kebutuhan untuk mendukung proses penanganan bencana di Pulau Flores," ujar Kabid Humas Polda NTT Kombes Henry Novika Chandra kepada detikBali, Minggu (16/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Henry menyebut bantuan tersebut di antaranya berupa obat-obatan, tenda lapangan, tenda peleton, makanan, perlengkapan untuk kelompok rentan, serta 10 unit Wi-Fi portabel. Wi-Fi portabel tersebut disiapkan untuk membantu wilayah terdampak yang mengalami gangguan konektivitas internet.
"Komunikasi menjadi sangat penting di sana. Ketika komunikasi dapat terjangkau, informasi mengenai kondisi di lapangan juga akan diperoleh dengan lebih cepat," jelas Henry.
Selain bantuan logistik, Henry berujar, Polri juga telah menyiapkan tim trauma healing untuk memberikan dukungan psikologis kepada masyarakat yang mengalami dampak bencana.
Polri juga mengoptimalkan dukungan transportasi udara. Pesawat CASA Polri telah berada di NTT dan digunakan sejak pascabencana untuk mempercepat mobilitas menuju sejumlah wilayah, termasuk Labuan Bajo dan daerah lainnya.
Di lain sisi, terdapat tiga unit helikopter AW169 yang disiapkan untuk mendukung distribusi bantuan ke wilayah yang terisolasi maupun daerah dengan akses terbatas.
"Transportasi udara menjadi sangat penting karena terdapat jalur darat yang terputus. Oleh karena itu, kecepatan dan dukungan pesawat sangat dibutuhkan," terang Henry.
Menurut Henry, setibanya di Labuan Bajo, personel dan bantuan dari Mabes Polri akan berkoordinasi dengan Polda NTT serta Forkopimda. Distribusi selanjutnya dilakukan berdasarkan hasil pendataan dan kurasi kebutuhan di masing-masing wilayah terdampak.
Sementara itu, Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko menyatakan Polda NTT bersama seluruh jajaran dan stakeholder terkait terus melakukan langkah-langkah penanganan bencana secara terpadu.
Rudi menegaskan seluruh kekuatan yang telah dikerahkankan akan diarahkan untuk memastikan masyarakat terdampak memperoleh pertolongan sesegera mungkin, khususnya yang membutuhkan evakuasi, pencarian dan penyelamatan, layanan kesehatan, kebutuhan dasar, serta dukungan psikologis.
"Dukungan personel, sarana prasarana, logistik, maupun bantuan dari Mabes Polri akan kami optimalkan untuk menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan," jelas Rudi.
Rudi juga menekankan pentingnya pemutakhiran data di lapangan sebagai dasar penentuan skala prioritas bantuan. Dengan kondisi geografis dan adanya sejumlah akses darat yang mengalami kendala, koordinasi antara Polda NTT, pemerintah daerah, BNPB, TNI, serta instansi terkait menjadi faktor penting dalam memastikan bantuan dapat diterima masyarakat.
"Kami memastikan seluruh bantuan yang datang akan dikomunikasikan dan didistribusikan berdasarkan kebutuhan prioritas di lapangan. Penanganan ini tidak berhenti pada hari ini, tetapi akan terus dilakukan secara berkelanjutan sesuai perkembangan situasi dan kebutuhan masyarakat," pungkas Rudi.