Tim SAR masih terus mencari lima penumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) Putri Yasmin yang hilang. Kapal tersebut terbakar di Selat Lombok, tepatnya di perairan Sekotong, Lombok Barat, Rabu (12/8/2026) dini hari.
Identitas sebagian besar korban hilang diketahui berdasarkan manifes penumpang. Data lima penumpang itu telah dilaporkan ke Pos SAR Pelabuhan Lembar, Lombok. Kelimanya adalah, Yasir Arafat, Selvina Rambu Mayi, I Made Sutarjana, Slamet Yulianto, dan I Ratu Agung Ayu Sekar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui, salah satu korban, I Made Sutarjana, merupakan pemilik hotel bintang lima di Bali dan Lombok. Dia merupakan Presiden Komisaris PT Widja Putra Karya, perusahaan pemilik hotel The Oberoi Beach Resort Bali di Seminyak, Bali, dan The Oberoi Beach Resort Lombok di Lombok Utara.
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhammad Hariyadi, membenarkan informasi tersebut. Ia mengatakan Sutarjana tercatat sebagai penumpang dalam manifes KMP Putri Yasmin.
"Informasinya begitu. Dia termasuk ke dalam data manifes," kata Hariyadi di Pelabuhan Lembar, Kamis (13/8/2026).
Satu Korban Tak Masuk Manifes
Hariyadi mengungkapkan Sutarjana tercatat dalam manifes bersama tiga korban lainnya yang hingga kini belum juga ditemukan. Sementara satu korban lainnya tidak tercatat dalam manifes.
"Empat orang masuk manifes, sementara satu orang ini suaminya yang selamat dan melapor," ungkapnya.
Hingga Kamis malam, Sutarjana masih belum ditemukan bersama empat korban lainnya. Tim SAR gabungan menghentikan sementara proses pencarian dan akan kembali melanjutkan pencarian pada Jumat (14/8/2026) pagi.
Keluarga Sutarjana juga masih menunggu kepastian di Posko SAR Pelabuhan Lembar, Lombok Barat.
Niat Pulang untuk Menikah, Selvina Hilang
Tangis Feri dan Delsi pecah di kantor ASDP Padangbai, Karangasem, Bali, Kamis (13/8/2026). Keduanya masih menunggu kabar saudaranya, Selvina Rambu Mayi (29), warga asal Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang hingga kini belum ditemukan setelah KMP Putri Yasmin terbakar di Selat Lombok, Rabu (12/8/2026).
Sesekali Feri dan Delsi memandangi handphone, berharap ada informasi mengenai keberadaan Selvina. Air mata mereka tak pernah berhenti menetes. "Sepupu saya (Selvina) hendak ke kampung (Sumba Barat) untuk mengurus pernikahan adat," kata Feri, Kamis (13/8/2026).
Selvina berangkat ke Sumba Barat bersama calon suaminya. Keduanya memang berencana melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat. Calon suami Selvina diketahui berhasil selamat dari insiden kebakaran kapal tersebut.
Saat kebakaran terjadi, Selvina sempat mengirim video ke grup WhatsApp keluarga untuk mengabarkan kondisi di dalam kapal yang tengah dilanda kepanikan. Ia juga sempat meminta keluarganya untuk mendoakannya karena hendak melompat ke laut bersama penumpang lainnya.
"Saat ia (Selvina) kirim video saya sedang tidur. Saya baru tahu pagi harinya tapi nomornya sudah tidak bisa dihubungi," ujar Feri.
Mendapat kabar tersebut, Feri kemudian menghubungi keluarga di Sumba dan meminta mereka datang ke Pelabuhan Lembar untuk mencari informasi. Namun hingga Kamis, belum ada kabar mengenai keberadaan Selvina.
"Saat ini keluarga yang lain masih menunggu di Pelabuhan Lembar, saya di sini (Padangbai). Semoga sepupu saya segera ditemukan," harap Feri.
Sementara itu, Delsi, adik Selvina, tak mampu banyak bercerita mengenai kakaknya. Air matanya terus mengalir saat menunggu kabar. Ia menyebut Selvina sebagai sosok pekerja keras yang menjadi tulang punggung keluarga.
"Saya hanya berdoa, supaya kakak saya segera ditemukan dalam keadaan selamat," harap Delsi.
Sementara itu, Plt Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Padangbai Heri Wijayanto mengatakan pihaknya bersama instansi terkait masih membuka pos di Pelabuhan Padangbai. Sejumlah keluarga penumpang juga masih bertahan di pelabuhan untuk mendapatkan kepastian mengenai anggota keluarga mereka yang belum ditemukan.
"Sampai saat ini, tim masih berupaya melakukan pencarian terhadap penumpang yang belum ditemukan. Semoga ada kabar baik," ujar Wijayanto.
Sebelumnya, sebanyak 212 penumpang KMP Putri Yasmin yang terbakar di perairan Sekotong, Lombok Barat, berhasil dievakuasi hingga Rabu (12/8/2026) malam. Namun, lima penumpang lainnya masih dalam proses pencarian.
Pencarian Berlanjut Pagi Ini
Tim SAR gabungan menghentikan sementara pencarian lima korban pada Kamis sore. Pencarian dilanjutkan kembali pada Jumat (14/8/2026) pagi. Kepala Kantor SAR Mataram, Muhammad Hariyadi, mengatakan pencarian hari ini dihentikan pada pukul 17.00 Wita. Tim akan kembali bergerak pada pukul 07.00 Wita, Jumat.
"Kami cukupkan untuk hari ini," kata Hariyadi di Pelabuhan Lembar, Kamis (13/8/2026).
Hariyadi mengatakan hingga pencarian dihentikan, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan lima korban tersebut. Pencarian dilakukan melalui penyisiran menggunakan kapal SAR maupun pemantauan dari udara menggunakan helikopter. "Tidak ada tanda-tanda baik dari kapal maupun bantuan udara," katanya.
Dalam pencarian hari ini, tim SAR gabungan dari Lombok dan Bali mengerahkan sekitar 50 personel. Mereka menggunakan KN 220 SAR Mataram, KN SAR Arjuna 229 Denpasar, dua unit Rigid Inflatable Boat (RIB), serta dua helikopter.
Tim menyisir wilayah ke arah barat daya dari lokasi awal KMP Putri Yasmin terbakar. Pencarian juga dilakukan dengan menyisir sejumlah pulau-pulau kecil di perairan Sekotong.
Meski operasi pencarian dihentikan sementara, tim SAR tetap melakukan pemantauan dengan menyebarkan informasi kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar Selat Lombok. Informasi tersebut berisi imbauan agar kapal yang menemukan korban segera menghubungi tim SAR. "Jadi bagi kapal yang menemukan korban nanti bisa menghubungi kami," terang Hariyadi.
Hariyadi mengatakan masa pencarian tiga hari pertama menjadi waktu penting dalam operasi SAR. Besok merupakan hari ketiga sejak peristiwa kebakaran KMP Putri Yasmin.
"Golden time kami harapkan di tiga hari semoga ada ditemukan tanda-tanda. Golden time ini adalah kemungkinan-kemungkinan korban masih bisa diselamatkan," jelas Hariyadi.
Berikut daftar lima korban hilang KMP Putri Yasmin:
1. Yasir Arafat
2. Selvina Rambu Mayi
3. I Made Sutarjana
4. Slamet Yulianto
5. I Ratu Agung Ayu Sekar.
(hsa/iws)