Tim SAR gabungan menghentikan sementara pencarian lima korban Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin yang masih hilang. Pencarian akan kembali dilanjutkan pada Jumat (14/8/2026) pagi.
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhammad Hariyadi, mengatakan pencarian hari ini dihentikan pada pukul 17.00 Wita. Tim akan kembali bergerak pada pukul 07.00 Wita besok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami cukupkan untuk hari ini," kata Hariyadi di Pelabuhan Lembar, Kamis (13/8/2026).
Hariyadi mengatakan hingga pencarian dihentikan, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan lima korban tersebut. Pencarian dilakukan melalui penyisiran menggunakan kapal SAR maupun pemantauan dari udara menggunakan helikopter.
"Tidak ada tanda-tanda baik dari kapal maupun bantuan udara," katanya.
Dalam pencarian hari ini, tim SAR gabungan dari Lombok dan Bali mengerahkan sekitar 50 personel. Mereka menggunakan KN 220 SAR Mataram, KN SAR Arjuna 229 Denpasar, dua unit Rigid Inflatable Boat (RIB), serta dua helikopter.
Tim menyisir wilayah ke arah barat daya dari lokasi awal KMP Putri Yasmin terbakar. Pencarian juga dilakukan dengan menyisir sejumlah pulau-pulau kecil di perairan Sekotong.
Meski operasi pencarian dihentikan sementara, tim SAR tetap melakukan pemantauan dengan menyebarkan informasi kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar Selat Lombok. Informasi tersebut berisi imbauan agar kapal yang menemukan korban segera menghubungi tim SAR.
"Jadi bagi kapal yang menemukan korban nanti bisa menghubungi kami," terang Hariyadi.
Hariyadi mengatakan masa pencarian tiga hari pertama menjadi waktu penting dalam operasi SAR. Besok merupakan hari ketiga sejak peristiwa kebakaran KMP Putri Yasmin.
"Golden time kami harapkan di tiga hari semoga ada ditemukan tanda-tanda. Golden time ini adalah kemungkinan-kemungkinan korban masih bisa diselamatkan," jelas Hariyadi.
Sebelumnya, KMP Putri Yasmin terbakar saat melintas di perairan Pantai Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Rabu (12/8/2026) dini hari. Informasi insiden tersebut diterima Kantor SAR Mataram dari Nakhoda Rescue Boat (RB) 220 Mataram, Nurdin, pukul 04.39 Wita.
Video berdurasi 50 detik yang diterima detikBali memperlihatkan kepulan asap sempat membuat penumpang kapal panik. Seluruh penumpang terlihat telah mengenakan pelampung.
Sebanyak 212 korban telah dievakuasi ke Pelabuhan Lembar, sementara 35 lainnya dievakuasi ke Padangbai, Karangasem, Bali. Satu orang penumpang dilaporkan tewas dalam peristiwa itu.