detikBali

Perebutan Kursi Ketum KONI NTB Makin Panas

Terpopuler Koleksi Pilihan

Perebutan Kursi Ketum KONI NTB Makin Panas


Ahmad Viqi - detikBali

Ketua KONI Kota Mataram Firadz Pariska bersama Ketua Pengprov PCI NTB, Baiq Isvie Rupaeda di Mataram, Rabu (12/8/2026).
Foto: Ketua KONI Kota Mataram Firadz Pariska bersama Ketua Pengprov PCI NTB, Baiq Isvie Rupaeda di Mataram, Rabu (12/8/2026). (Ahmad Viqi/detikBali)
Mataram -

Peta persaingan menuju kursi Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2026-2030 kian memanas. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal resmi mengantongi dukungan dari 7 pengurus KONI kabupaten/kota serta puluhan cabang olahraga (cabor) untuk bertarung dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) akhir bulan ini.

Sebelumnya, calon petahana Mori Hanafi lebih dahulu mendaftarkan diri pada, Selasa (11/8/2026)

Ketua KONI Kota Mataram, Firadz Pariska, mengonfirmasi bahwa persyaratan minimal dukungan untuk mengusung Lalu Muhamad Iqbal sebagai calon Ketua KONI NTB telah terpenuhi, bahkan melampaui ambang batas yang ditetapkan Tim Panitia Penjaringan dan Penyaringan (TPP).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hari ini kami sudah menerima beberapa berkas dukungan, baik dari KONI kabupaten/kota maupun dari cabor. Syarat minimal aturan TPP adalah 19 cabor, dan alhamdulillah kami sudah melampaui itu, jauh melampaui," ujar Firadz bersama Baiq Isvie Rupaeda yang juga Ketua DPRD NTB di Mataram, Rabu (12/8/2026).

ADVERTISEMENT

Firadz memerinci, hingga saat ini sudah ada 7 KONI kabupaten/kota yang secara resmi menyatakan dukungan tertulis. Yakni, KONI Kota Mataram, Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Utara, Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, dan Kota Bima.

"Kabupaten Dompu sedang dalam perjalanan berkasnya, dan Lombok Barat akan menyusul," tambah Firadz.

Terkait klaim dari pihak lawan yang mengaku telah mengamankan dukungan dari 40 cabor, Firadz menanggapinya dengan santai. Ia menyerahkan sepenuhnya proses verifikasi administrasi kepada TPP untuk memvalidasi keabsahan surat dukungan itu kepada calon lain.

"Nanti TPP yang akan memverifikasi data dukungan tersebut, apakah ada dukungan ganda atau tidak. Yang pasti, berkas kami siap dan kami penuhi sebelum pendaftaran ditutup tanggal 15," tegas Firadz.

Menurut Firadz, dorongan dari para pelaku olahraga agar Lalu Muhamad Iqbal memimpin KONI NTB didasari harapan agar sektor olahraga mendapatkan prioritas, terutama dalam pengalokasian anggaran menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, di mana NTB akan bertindak sebagai tuan rumah bersama NTT.

Ketua Pengprov Persatuan Cricket Indonesia (PCI) NTB, Baiq Isvie Rupaeda, mengimbau agar petahana Mori Hanafi mempertimbangkan kembali niatnya untuk mencalonkan diri demi menjaga kondusivitas pembinaan olahraga di NTB.

Isvie yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD NTB menilai, melihat besarnya gelombang dukungan cabor dan KONI daerah kepada Lalu Muhamad Iqbal, alangkah baiknya jika pemilihan dapat diarahkan menuju kemufakatan bersama.

"Kita tidak ingin ada pertentangan antara kedua tokoh ini. Beliau (Mori Hanafi) bisa melihat hari ini Pak Iqbal menyatakan maju dan melihat peta kekuatannya. Harapan kita, dengan legowo Pak Mori bisa menentukan sikap," kata Isvie.

Ia meyakini proses kepemimpinan bisa berjalan secara aklamasi agar konsentrasi seluruh pemangku kepentingan olahraga di NTB terfokus pada persiapan PON 2028.

"Saya paham kalau bisa secara aklamasi diserahkan ke Pak Iqbal, KONI NTB akan jauh lebih baik ke depan. Bukan berarti Porprov kemarin tidak baik, Porprov kemarin sudah berjalan baik," jelasnya.

Isvie menambahkan deretan cabor strategis seperti Panjat Tebing, Panahan, Taekwondo, Ikatan Motor Indonesia (IMI), hingga Sepak Takraw secara rata-rata telah merapatkan barisan untuk mendukung Lalu Muhamad Iqbal.



(hsa/iws)









Hide Ads