Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, secara terang-terangan memberikan dukungan kepada Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal untuk menduduki kursi Ketua KONI NTB periode 2026-2030. Hal itu ditegaskan saat berkunjung ke Pendopo Gubernur, Jumat siang (7/8/2026).
"Kita sama-sama memberikan dukungan penuh kepada Gubernur sebagai Ketua KONI NTB," kata Marciano seusai menggelar pertemuan dengan Iqbal di Pendopo Gubernur NTB, Jumat (7/8/2026).
Marciano menegaskan, orang nomor satu di daerah sangat krusial memimpin KONI di daerahnya. Hal itu juga untuk menjamin kesuksesan event olahraga akbar seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2028 nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Marciano, kepemimpinan langsung dari gubernur di tubuh KONI dinilai bakal memperlancar persiapan atlet hingga tata kelola penyelenggaraan PON ke 22 di NTT-NTB.
Ia mencontohkan, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) juga menerapkan skema serupa. Gubernur NTT, juga menjabat sebagai Ketua KONI NTT. Menurutnya, model kepemimpinan ini sangat ideal untuk memangkas jalur birokrasi dan mempercepat koordinasi jelang PON.
"Jadi kalau Gubernur maju sebagai ketua koni, kita semua harus mendukung. Beliau adalah pejabat tertinggi di provinsi ini. Kalau pejabat tertinggi mencalonkan sebagai ketua koni, kita harus dukung penuh," katanya.
Menurut dia bahwa dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI sama sekali tidak melarang seorang kepala daerah menjabat sebagai Ketua KONI.
Untuk itu, Marciano berharap agar Gubernur NTB beserta para tokoh di Bumi Gora bisa memperjuangkan kesuksesan PON 2028 di NTB dengan cara duduk bersama.
Desas desus syarat menjadi Ketua KONI NTB butuh dana Rp 5 miliar diluruskan Marciano. Menurut dia calon Ketua KONI NTB tidak harus mengantongi isi rekening minimal Rp 5 miliar.
"Tidak ada. Saya Ketua KONI Pusat saja nol. Tidak pernah ada syarat seperti itu," tegasnya membantah isu liar tersebut.
Meski memberikan dukungan moral, Marciano memastikan tidak akan melakukan intervensi dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI NTB. Ia menyerahkan seluruh mekanisme penjaringan calon kepada panitia internal.
"Silakan mekanismenya berjalan. Saya tidak mau mengintervensi," ujarnya.
Menanggapi itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengaku baru mengetahui dukungan tersebut saat bertemu langsung dengan Ketua KONI Pusat Marciano.
"Istikharah dulu," celetuk Iqbal singkat.
Iqbal mengisyaratkan belum mau terburu-buru mengambil keputusan. Saat ini, Iqbal berujar, fokus utamanya masih tertuju pada program-program pembangunan prioritas di NTB.
"Saya baru dengar dari beliau. Kita tunggu saja. Saya masih ingin fokus mengurus agenda besar NTB ke depan," tuturnya.
Menanggapi isu miring soal uang jaminan Rp 5 miliar bagi calon ketua, Iqbal meresponsnya dengan seloroh santai. Ia berkelakar bahkan tak memiliki dana sebesar itu.
Dukungan terbuka KONI Pusat ini dipastikan bakal mengubah peta persaingan jelang Musorprov KONI NTB untuk menentukan nakhoda baru organisasi olahraga tertinggi di Bumi Gora tersebut. Karena, Ketua KONI NTB Mori Hanafi juga bakal bertarung kembali pada pemilihan ketua pada bulan ini.